Pada tahun 1401, Laksamana Cheng Hoo alias Sam Poo Tay Djien dari China merapatkan kapalnya di Pulau Jawa, tepatnya di pantai Semarang. Konon, Laksamana Hoo memerintahkan anak buahnya untuk mendirikan bangunan ini. Awalnya bangunan ini dijadikan sebagai masjid. Namun kelamaan berubah fungsi menjadi klenteng, didukung dari bentuk bangunan yang memang seperti klenteng.
Dari visitsemarang.com, Jumat (13/1/2012), bangunan ini memiliki perbedaan dengan klenteng lainnya. Klenteng Sam Poo Kong merupakan bangunan tunggal beratap susun. Bangunan ini juga tidak memiliki serambi yang terpisah. Semakin menguatkan fungsi utama bangunan sebagai sebuah masjid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bangunan utama dari Klenteng Sam Poo Kong adalah sebuah gua batu yang dipercaya sebagai markas Laksamana Cheng Hoo. Di tengah bangunan utama, Anda bisa melihat patung Sam Poo Tay Djien yang namanya masih harum sampai saat ini. Patung setinggi 2 meter yang merupakan sumbangan dari pemerintah China baru dipugar dan diresmikan Juli 2011 lalu. Patung yang tadinya berbahan dasar batu kini sudah diganti menjadi perunggu.
Nama Klenteng Sam Poo Kong tidak hanya terkenal di dalam negeri, tapi juga di luar negeri, terutama di China. Klenteng yang memiliki luas 3,6 hektar ini merupakan klenteng tertua di Semarang. Yang paling terkenal dari klenteng ini adalah Terowongan Klenteng. Di sini Anda bisa melihat cerita perjalanan Laksamana Ceng Ho hingga sampai di Jawa. Cerita perjalanan ini bisa Anda lihat di sepanjang dinding gua batu yang dipahat.
Keunikan lain dari tempat Klenteng Sam Poo Kong adalah banyak dari warga China yang beragama islam yang datang berkunjung. Hal ini disebabkan oleh masyarakat China di Provinsi Yunan mengenal baik sosok Laksamana Cheng Hoo. Mereka meyakini bahwa Laksamana Hoo adalah seorang panglima perang utusan China keturunan Persia yang memiliki latar belakang Islam.
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5
Gara-gara Monyet, Komodo di Singapore Zoo Telan Boneka yang Dilempar