Dilansir dari jakartabiennale.org, Jumat (13/1/2012), Maximum city menjadi tema Jakarta Biennale kali ini. Tema ini mengajak Anda menikmati seni dimana-mana, tidak hanya di ruangan eksklusif yang khusus bagi orang-orang tertentu saja. Di acara ini, ruang pameran tidak hanya bangunan gedung khusus pameran, tapi juga taman kota, museum, mal sampai jalan-jalan raya.
Ada banyak titik pameran di area luar ruangan yang bisa Anda nikmati. Di Taman Ayodya, Blok M, Anda bisa melihat pameran lukisan potret tokoh under-ground seperti Anto Baret, para tukang parkir dan preman. Nantinya, ada juga penampilan arak-arakan instalasi besar dan teaterikal dari kelompok seni Belanda, Close Act Theatre.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Senayan, kelompok seni Quint, Propagraphic, Begoendal, Reflex Art, dan Egauseless menyulap tiang-tiang monorel di Senayan dengan gambar grafitti atau mural jalanan. Bundaran HI tentu tak luput menjadi tempat pameran. Di sana, ada punch line raksasa yang berisi kalimat dan tipografi lucu. Karya yang dibuat oleh kelompok desain grafis Tigadestudio mengangkat kondisi sosial masyarakat Indonesia. Jembatan Sungai Manggarai, pos polisi di Sarinah, underpass dan flyover juga menjadi area pameran yang dipenuhi dengan karya seni.
Jakarta Biennale juga memiliki area pameran di dalam ruangan. Taman Ismail Marzuki, Erasmus huis, Bentara Budaya dan Galeri Nasional menjadi gedung-gedung yang terpilih. Di Bentara Budaya, "Dunia Dalam Tubuh" menjadi tema pameran seni. Sedang di Galeri Nasional, ada berbagai karya perupa Indonesia dan luar negeri yang dipamerkan.
Tema-tema yang ada di Galeri Nasional antara lain sarkasme, narsisisme dan resistensi. Ada pameran instalasi, patung, video hologram dan banyak lainnya. Sebuah karya yang cukup menarik adalah "Pahlawan Tanpa Tanda Jasa". Sebuah meriam dengan detil sempurna, terlihat seperti aslinya. Padahal karya ini hanya dibuat dari kertas, kayu dan busa.
Acara yang sudah dimulai dari bulan Desember tahun 2011 ini akan segera mencapai akhirnya. Segera kunjungi area pameran sebelum acara ini berakhir pada tanggal 15 Januari 2012. Jangan khawatir, acara ini sepenuhnya gratis.
(gst/gst)











































Komentar Terbanyak
Ketika Perbedaan Bahasa Indonesia-Malaysia Mengundang Tawa
Indonesia Bakal Punya Negara Tetangga Baru, Siap Merdeka di 2030
Malaysia Rajai Pariwisata ASEAN, Indonesia Kalah dari Vietnam