Pangandaran tak cuma punya pantai, ada juga sungai Cigerendong yang siap memberikan sensasi kesegaran dan petualangan bagi para wisatawan.
Kabupaten Pangandaran memiliki daya tarik wisata yang beragam. Salah satu destinasi baru yang mulai menarik perhatian adalah Objek Wisata Sungai Cigerendong.
Destinasi yang berlokasi di Dusun Cukanggaeluh, Desa Parakanmanggu, Kecamatan Parigi ini menyuguhkan ruang rekreasi perairan yang masih alami.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akses menuju kawasan tersebut tergolong mudah dijangkau, dengan jarak tempuh berkisar 10 hingga 15 menit perjalanan berkendara dari jalan raya utama.
Setibanya di lokasi, para pengunjung disambut oleh rindangnya vegetasi hijau yang menaungi aliran sungai jernih dan menyegarkan. Kawasan ini dinilai sangat ideal bagi masyarakat yang hendak berenang, bermain air, atau menikmati ketenangan alam terbuka.
Pengelola Objek Wisata Cigerendong, Suherli Sopyan Saori, menuturkan kawasan tersebut pada awalnya merupakan tempat berkumpul favorit para pemandu wisata Batu Lumpang. Suasana yang teduh dan relatif hening menjadi alasan utama mereka kerap singgah di sana.
Berdasarkan struktur geologisnya, tepian sungai terbentuk dari formasi batuan karst (cadas) yang landai dan unik. Karakteristik batuan ini menjadikan bantaran sungai nyaman dimanfaatkan sebagai area duduk santai sembari mengamati panorama alam sekitar.
"Tempatnya sangat nyaman untuk bersantai atau mandi-mandi. Struktur tempatnya terbilang khas; meski ada area serupa di tempat lain, di sini terasa lebih istimewa," kata Suherli, akhir pekan lalu.
Mengingat kedalaman sungai Cigerendong yang bervariasi antara dua hingga empat meter, pihak pengelola memberlakukan standar keselamatan secara ketat. Seluruh wisatawan yang hendak berenang diwajibkan mengenakan jaket pelampung serta didampingi oleh pemandu.
Guna memfasilitasi minat wisatawan, pengelola saat ini juga menguji coba wahana olahraga air berupa perahu kayak. Pengunjung dapat menyewa perahu tersebut dengan tarif Rp150.000 per orang, dengan ketentuan maksimal empat orang per rombongan.
Selain itu, tersedia pula area loncat tebing (cliff jumping) dari dahan pohon maupun tebing batu bagi wisatawan yang ingin menguji adrenalin, sekaligus menjadi latar visual yang menarik untuk berfoto.
Hingga saat ini, pihak pengelola belum memberlakukan tiket masuk bagi para wisatawan. Pengunjung hanya dikenakan tarif retribusi parkir kendaraan, yakni sebesar Rp3.000 untuk sepeda motor dan Rp10.000 untuk mobil.
Kendati demikian, Suherli mengingatkan bahwa debit serta arus sungai dapat meningkat cukup deras ketika musim hujan tiba.
"Jadi kami melakukan pengawasan intensif dari para pemandu lokal menjadi keharusan mutlak demi menjamin keselamatan wisatawan," tutup dia.
---------
Artikel ini telah naik di detikJabar.










































