Aku bersama teman-teman Geng Krucil (Putri, Vete, Yhanu, Tantri dan Dimas) hanya tertegun memandangi keelokan pemandangan di depan kami.
Sunyi, senyap dan dingin terasa menyentuh manakala kami menjejakkan kaki di mulut gua. Namun semuanya tertutup oleh pesona keindahan batu-batu besar yang berdiri menjulang di depan kami, lengkap dengan kerlip sinar yang terpancar.
Beraneka ragam bentuk batuan yang terbentuk karena tetesan dan rembesan air tanah beratus-ratus bahkan beribu tahun (mungkin).
Semakin masuk ke dalam perut gua semakin terlihat keeksotisan alam ini, semakin pula mengundang decak kagum dari kami.
Memang pantas gua ini disebut gua paling indah di Indonesia.
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Potret IKN Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata Berkelanjutan, Jadi Ibu Kota 2028