Pemerintah Yakin Wisata Kapal Pesiar Tetap Aman

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Pemerintah Yakin Wisata Kapal Pesiar Tetap Aman

- detikTravel
Rabu, 18 Jan 2012 17:42 WIB
Indonesia, DKI Jakarta, Jakarta pusat - Tenggelamnya kapal pesiar mewah Costa Concordia di Italia membuat negara-negara Eropa mengevaluasi wisata kapal pesiar. Apakah Indonesia juga melakukan hal yang sama?

Wisata kapal memang akan digalakkan pada tahun 2012 ini, termasuk yacht dan kapal pesiar, sesuai dengan Perpres No 79 Tahun 2011 tentang kemudahan wisata kapal yacht untuk masuk ke Indonesia. Hal ini dilakukan karena Indonesia memiliki laut yang luas dan indah sehingga wisata ini bisa menjadi sumber pemasukan yang potensional.

Namun setelah adanya kecelakaan kapal pesiar di Italia, ternyata Indonesia tidak mengevaluasi program wisata kapal pesiar yang akan datang ke perairan Indonesia. Pemerintah rupanya cukup percaya dengan International Port Standard Security (ISPS) yang diberlakukan di pelabuhan-pelabuhan Indonesia. Standar ini mengatur kelayakan yang harus dipenuhi oleh kapal-kapal pesiar yang masuk ke Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita ikut standar internasional, standarnya diatur oleh ISPS. Dengan mengikuti standar tersebut, saya rasa itu sudah cukup aman," ujar Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar kepada detikTravel setelah jumpa pers Tour de Singkarak di Gedung Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (18/1/2012).

Menurut Sapta, sebagai salah satu anggota International Maritim Organization (IMO), Indonesia merasa harus mengikuti standar yang ada. Pemeriksaan kelayakan mencakup seluruh area dan dilakukan dengan seksama. Dengan begitu, pemerintah pun merasa cukup aman dengan pemeriksaan tersebut.

Meski berita tentang kecelakaan kapal pesiar masih hangat beredar, namun pemerintah tidak mau menutup diri atas wisata tersebut. Indonesia tetap siap membuka pelabuhan-pelabuhannya untuk menerima kapal pesiar dari luar untuk menikmati keindahan alam Indonesia. Lanjut Sapta, kecelakaan bisa terjadi di mana saja dan itu tidak bisa menjadi alasan untuk menutup diri.

"Kecelakaan bisa terjadi di mana saja. Asal bisa memenuhi standar, saya rasa itu akan aman," lanjut Sapta.
(gst/gst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads