Kabupaten Kepahiang Bumi Bunga terbesar di dunia (Rafflesia)

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Kabupaten Kepahiang Bumi Bunga terbesar di dunia (Rafflesia)

- detikTravel
Jumat, 27 Jan 2012 21:50 WIB
Indonesia, Bengkulu, Kepahiang - Rafflesia Arnoldii merupakan salah jenis tanaman langka yang hanya tumbuh di kawasan Sumatra bagian selatan, terutama di Provinsi Bengkulu. Tanaman ini pertama kali ditemukan di Bengkulu pada tahun 1818, oleh seorang letnan dari Inggris, yang pada saat itu tengah menjabat sebagai Gubernur Bengkulu, Thomas Stamford Raffles dan Dr. Arnoldy, seorang ahli botani.
Keunikan dari tanaman yang juga kerap disebut sebagai bunga Rafflesia Arnoldii ini adalah tidak adanya akar, daun, dan tangkai. Hal ini dikarenakan Rafflesia Arnoldii merupakan tumbuhan parasit pada tanaman merambat, dan hanya tinggal di dalam akar tanaman inangnya. Bagian terbesar dari bunga ini adalah lima kelopak bunga yang mengelilingi bagian dalam, yang tampak seperti mulut gentong. Di dasar bagian yang seperti gentong ini, terdapat benang sari ataupun putik, bergantung pada jenis kelaminnya, Rafflesia Arnoldi jantan atau betina. Terpisahnya benang sari dan putik ini, membuat pembuahan bunga yang berbau busuk ini agak sulit. Dibutuhkan bantuan dari serangga, angin, ataupun air agar Rafflesia Arnoldii dapat berbunga.
Masa pertumbuhan Rafflesia Arnoldii terhitung lama, dapat memakan waktu hingga sembilan bulan, dan jika bunganya sedang mekar, hanya akan berlangsung selama seminggu. Maka tak heran, tidak banyak wisatawan yang cukup beruntung untuk melihat bunga yang biasanya mekar di bulan-bulan Agustus hingga November ini. Jika sedang mekar, bunga ini dapat memiliki diameter hingga 1 meter, dan beratnya dapat mencapai 11 kilogram. Bunga ini memang akan mengeluarkan bau yang tak sedap, namun bau inilah yang memancing serangga untuk mendekati Rafflesia Arnoldii, sehingga memungkinkan pembuahan terjadi.
Konservasi flora Rafflesia arnoldii di Wisata Hutan tropis yang ditawarkan oleh Kepahiang ini terletak di Desa Tebat Monok. kawasan yang masih masuk daerah Hutan Lindung ini menyimpan kekhasan yang bernilai tinggi yaitu merupakan daerah habitat flora langka Amorphophallus.
Selain menjadi daya tarik pengunjung untuk melihat langsung bunga yang mekar sekitar maret - november ini, daerah konservasi ini acap kali dijadikan wisata edukasi oleh beberapa institusi dan ilmuan.
Kawasan hutan yang masih asri ini menambah sense petualangan bagi yang berjiwa petualang dan bagi mereka yang mencintai alam bebas. Lokasinya terletak sekitar 60 km dari kota Bengkulu ini dapat dengan mudah dicapai karena dekat dengan jalur transportasi.
(gst/gst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads