Permainan ini terlihat sangat sederhana. Tidak diperlukan berbagai pernak-pernik dan aksesoris. Permainan bambu gila hanya memerlukan sebatang bambu sepanjang 2,5 meter dengan diameter 8 cm. Serta 7 orang yang berani untuk mengadu kuat dengan bambu dan beberapa pawang dengan kemenyan. Tarian ini adalah warisan dari leluhur mayarakat Maluku. Biasanya tarian ini sering diadakan di pesta-pesta atau acara-acara besar.
Pertunjukan bambu gila dapat Anda temui di dua desa, yaitu Desa Mamala, Kecamatan Leihitu dan Desa Liang, Kecamatan Salahatu, Kabupaten Maluku Tengah. Serta beberapa tempat yang ada di Kota Ternate. Pemilihan bambu pun tidak sembarangan. Bambu dipilih berdasarkan permintaan pawang dan meminta izin terlebih dahulu dengan 'penunggu' bambu tersebut. Pertunjukan bambu gila sudah dikenal sejak lama. Konon, sebelum Inggris dan Portugis datang ke Maluku untuk mencari rempah-rempah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat pertunjukan dimulai, tujuh orang tersebut akan bergerak tidak beraturan seperti terguncang-guncang, berlarian, hingga loncat-loncatan. Pawang tidak tinggal diam, dia terus mengucapkan mantera selama pertunjukan berlangsung. Suasana tambah mistis dengan irama-irama musik yang cepat dengan gendang. Seolah bambu tersebut menari-nari di dalam rangkulan tujuh orang tersebut.
Bagi Anda yang melihat pertunjukan ini, mungkin akan terhibur. Namun, tidak dengan tujuh orang tersebut. Mereka terlihat sangat kepayahan, karena menggunakan sekuat tenaga mereka untuk menggendalikan bambu. Pertunjukan ini berlangsung sekitar 10 menit. Setelah selesai, tujuh orang tersebut akan dibacakan mantera-mantera oleh sang pawang dan mereka terlihat sangat kelelahan.
Siapkan diri Anda untuk mengadu kuat dan nyali dengan bambu gila.
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Bule yang Ngamuk Dengar Warga Tadarusan di Gili Trawangan Ternyata Overstay
Viral 'Tembok Ratapan Solo', Politisi PSI: Bukti Jokowi Dicintai
Sejarah Tembok Ratapan yang Asli: Tempat Suci Umat Yahudi