Melihat keramaian itu dan setelah memberikan sedikit pengarahan kepada rombongan, sejurus kemudian kubawa kaki ini melangkah menuju jalan setapak di ujung timur pantai Indrayanti. Dari penjual mie di warung tenda aku mendapat informasi bahwa ada pantai sepi di sebelah Timur pantai Indrayanti, namanya pantai Watu Lawang.
Nama Watu Lawang sendiri menurut ibu penjual mie itu karena di pantai itu terdapat gua batu yang digunakan untuk upacara adat nyadranan, ajaibnya pintu gua itu hanya terbuka dan bisa dimasuki orang banyak pada saat upacara adat itu saja.
Menurut ibu penjual mie itu jarak pantai itu tidaklah jauh jika ditempuh dengan berjalan kaki. Benar saja 10 menit kemudian setelah menyusuri jalanan batu, mendaki sebuah bukit kecil, nampaklah di hadapanku, di bawah sana hamparan pantai dengan pasir putihnya. Dari atas aku memandang sekeliling yang ada hanya sunyi dan sepi. tak ada orang lain selain aku. Wew........pantai ini hanya milikku.....batinku sambil tersenyum.
Kemudian kuayun langkah menuruni undakan batu karang putih untuk menyentuh bibir pantai dan melihat dari dekat yang disebut dengan Pintu ajaib gua yang dipakai untuk upacara adat nyadranan itu. Kudaki beberapa karang, kulongokkan kepala, yang ada hanya lorong gelap sebuah gua kecil. Begidik aku melihat pemandangan itu, maka sedetik kemudian aku melompat turun dari batu karang dan kembali memanjakan kaki menyusuri pasir putih pantai Watu Lawang menikmati kesendirian dan kesunyian pantai pribadiku (hehe...) yang jauh dari hingar bingar wisatawan lain.
(gst/gst)











































Komentar Terbanyak
Femas, Pemuda Madiun yang Kabur dari Tur di Korea Terdeteksi di Masjid
Viral di Medsos, Peserta Tur Asal Madiun Diduga Kabur Saat Liburan ke Korea Selatan
Naik Tiga Tingkat! Indonesia Kini di Posisi ke-2 Destinasi Ramah Muslim