"Hubungan bilateral Indonesia dan Swiss sudah berlangsung selama 60 tahun dan pariwisata adalah cara yang baik untuk melakukan people to people contact," kata Dubes Swiss untuk Indonesia, Heinz Walker-Nederkoorn dalam sambutan 'Switzerland Travel Experience' di Hote Shangri La, Jl RM Margono Djojohadikusumo, Jakarta, Kamis (23/2/2012).
Dalam kesempatan itu, Executive Vice President Markets & MICE dari Switzerland Tourism, Urs Eberhard mengungkapkan data meningkatnya turis asal Indonesia ke Swiss. Ada 38.327 turis asal Indonesia pada 2010, jumlah itu meningkat menjadi 55.797 turis pada 2011 atau naik 46 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, Switzerland Tourism tidak mau membuang kesempatan. Mereka akan segera membuka kantor di Asia Tenggara yang berpusat di Kedubes Swiss di Singapura. Kemudian, mereka akan berpromosi di Jakarta, Kuala Lumpur, Bangkok dan Singapura.
"Kantor di Singapura diharapkan sudah bisa berjalan pada 1 Juni 2012. Kami berharap jumlah turis ke Swiss terus tumbuh. Semua kawasan di Swiss sekarang sedang booming," jelas Eberhard.
Menurut Eberhard, banyak biro perjalanan wisata di Indonesia yang menawarkan paket liburan ke Swiss. Namun menurutnya, liburan ke Swiss tidak identik dengan harga yang mahal. Budget traveller juga punya banyak celah untuk berlibur ke Swiss.
"Buat budget traveller, banyak youth hostel di pedesaan atau di kota. Harga kamarnya sangat murah. Kalau travelling dengan banyak teman, bisa juga mencoba menyewa apartemen ramai-ramai dengan teman," saran dia.
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Gerbong Wanita Dipindah ke Tengah, Setuju?
KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, MTI: Momentum Perbaiki Perlintasan Kereta
Di Belgia Ada Kompetisi Tiru Suara Burung Camar, yang Paling Mirip Jadi Juara