Pada intinya, ketika restoran ini akan dibuka, pemiliknya masih belum menemukan nama yang bagus untuk restorannya. Hingga ketika restoran ini akan dibuka, tiba-tiba datanglah sekelompok bebek dari sawah (restoran ini dikelilingi oleh sawah), dan meninggalkan jejak yang kotor di lantai restoran. Seketika itu juga pemilik restoran mendapat ide untuk memberi nama Bebek Bengil (bebek kotor) pada restoran ini.
Tampilan resto ini dari depan terlihat sederhana, dengan pintu khas Bali. Namun ternyata setelah masuk ke dalam resto ini lumayan luas dan dengan penataan meja yang bagus dan lapang serta dengan pemandangan sawah hijau yang menyejukkan mata.
Di restoran ini, menu andalannya adalah Bebek Bengil, sama dengan nama restorannya. Bebek Bengil disajikan dengan digoreng. Uniknya, bebek ini digoreng hingga krispi atau renyah. Selain minyaknya tidak banyak, sayuran yang disajikan adalah sayuran organik sehingga lebih menyehatkan. Dan yang membuat tambah maknyuss adalah sambal matah khas Bali.
Untuk minumannya saya memilih wedang jahe yang dicampur dengan serai. Cocok untuk sajian malam hari.
Dua kali saya datang ke tempat ini di siang hari dan di malam hari. Ternyata sensasinya begitu berbeda.
Ketika siang hari saya datang, mata ini dimanjakan dengan hijaunya pemandangan sawah dengan sejuknya angin yang berhembus. Namun ketika malam hari suasana berganti menjadi hangat dan romantis karena ditemani cahaya lilin dan obor di segenap penjuru resto.
Sungguh pengalaman yang tak akan terlupakan.
Anda tertarik untuk mencoba? saya jamin tidak akan rugi.
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Daftar Negara Teraman Andai Terjadi Perang Dunia III, Ada Indonesia?
Masjid Jamkaran dan Bendera Merah Balas Dendam
Waspada! Ini Daftar Pangkalan Militer AS di Seluruh Dunia yang Harus Kamu Tahu