Backpackeran dari Yogyakarta ke Pulau Sempu Malang

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Backpackeran dari Yogyakarta ke Pulau Sempu Malang

- detikTravel
Senin, 19 Mar 2012 22:00 WIB
Indonesia, DI Yogyakarta, Yogyakarta - Halo saya dika, saya penat dengan kuliah saya. 6 Juli 2009 Awal mula saya gak tahu sempu itu apa dan dimana pulau Sempu. Lalu pacar saya yang gampang bosan melihat artikel di majalah tentang rubrik tentang pulau ini. Seperti pacar kebanyakan pasti hanya mengiyakan dan akhirnya pacar senang. Oke, singkat cerita terkumpullah saya (mahasiswa blm lulus2), pacar saya (mahasiswa profesi gampang bosen), Adel (mahasiswa profesi galau tapi suka berpetualang) dan Erry (mahasiswa tua yang merasa paling oke). Kami berempat sudah woro-woro ke seluruh teman-teman kami via facebook dan twitter bahwa KAMI BAKAL KE SEMPU. Walhasil panas2 tahi ayam cuma berempat yang bisa, pacar saya harus ujian. Yak saat galau buat saya, ikut atau gak? Melihat keseriusan 2 orang lain yang merasa malu kalau masih di jogja, akhirnya saya memutuskan untuk ikut. Adel dan erry berangkat ke solo dulu untuk siap2 di sana karena kosnya erry dan barang2nya masih di solo. Saya menyusul karena harus pinjam carrier, beli makanan dan pinjam tenda, dan sebenarnya saya belum siap apa2. Akhirnya saya sampai di solo menyusul teman2 saya dengan naik prameks (waktu itu masih 8rb) Kami memutuskan untuk naik KA mataremaja sekitar pukul 22.15 menuju stasiun malang dari stasiun solo jebres harga tiket 26rb/org. Ini perjuangan hidup mati, naik kereta ekonomi waktu weekend, pada gak mau buka pintu gerbong karena udah penuh tapi tetep maksa. Syukurlah sekarang ekonomi pake no. kursi. Saya akhirnya tidur berdiri, adel dan erry duduk. Ditambah lagi bapak2 penjaja mizone walaupun ada yang tidur di jalan gerbong, satu kata LUAR BIASA. Kami akhirnya sampai di malang pukul 06.00, istirahat numpang mandi, dan makan. Inilah adel, dia langsung membuka peta yang dibeli dari toko buku dan menjelaskan kita akan ke sempu lewat sendang biru. Di tempat makan, si erry memanfaatkan untuk bertanya cara ke pantai sendang biru menggunakan angkot. Kami ikuti saran ibu warung dengan 2 kali naik angkot, cukup murah, kira2 per orang 8rb. Dan kamipun sampai Pantai sendang biru. Pantai sendang biru merupakan pantai nelayan yang sering dikunjungi warga malang ketika weekend. Untuk ke pulau sempu, harus menggunakan perahu dari pulau ini. Sebelumnya kita harus lapor ke konservasi pulau sempu untuk izin bahwa kita bakal nyebrang ke sana. Sapa tahu kita gak kembali, maka tim sar siap mencari kita, hahaha. Untuk penyebrangan dikenakan tarif 100rb/kapal, patungan dengan kelompok lain yang sama2 mau ke sempu biar patungannnya murah. Setelah tiba di pulau sempu, anda akan melalui jalur tracking selama 3 jam yang berakhir di segara anakan, sumpah bagus banget.Saran saya kalo berkelompok, beban tas anda dibagi rata saja, misal air putih dibagi per orang membawa 1 atau 2 botol. Kami baru sampai di pulau sempu pukul 17.30, jadi kami sampai di segara anakan pada malam hari. Langsung buat tenda karena sudah capek banget. Selama perjalanan duo adel dan erry selalu mempermasalahkan hal-hal yang menurut saya detail yang tidak banyak dilihat orang dan satu sama lain susah mengalah. Seperti salah mengucap kata, akan sangat hina dina di hadapan mereka. Malam itu kami tidak bisa masak, karena kompor portablenya tidak bisa nyala. Walhasil kami makan sosis dan telur asin,hahaha. Esok paginya, kami sempatkan sholat subuh. Trus dilanjutkan menikmati sunrise sambil foto-foto. Saya mencoba sok snorkling menggunakan kaca mata renang saya. Hahaha, tapi lagi-lagi duo erry adel melarang saya melakukan hal-hal yang aneh, seperti berenang lebih jauh, nyoba ke segara anakan, tapi semua itu biar gak terjadi hal yang tidak diharapkan. Tempat ini indah, bro. Ada suatu masa dimana kita bener-bener ingat akan Tuhan. Begitu indahnya hamparan karang dan morfologi segara anakan. Ketika matahari yang malu-malu terbit di saat mengambil air wudhu. Dan ketika kumpulan rasi bintang seakan lebih berbinar karena tidak ada lampu seperti di kota-kota besar. Alam seolah berbicara.... Kami segera bersiap-siap pulang ke Jogja. Harus diingat anda harus memperkirakan waktu pulang anda sapa tahu tidak dapat bus. Karena bus paling malam ke surabaya jam 09.00 malam. Pulang dari sempu rutenya sama. Cari perahu yang mengantar pengunjung lain, nah pulangnya kita naik perahu ini. Tidak seperti perjalanan awal, yang penting bayar 10rb udah bisa balik ke sendang biru. Sesampainya di sendang biru, adel menginstruksikan untuk menuju terminal. Kita mau ke malang tapi berhubung budgetnya dikit, at least kita makan BAKSO MALANG.
(gst/gst)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads