Ada lebih dari 100 hewan laut seperti ikan hiu, ikan pari manta dan teripang ditemukan sudah menjadi bangkai. Binatang tersebut diduga diburu untuk dijual karena memiliki harga yang melangit. Contohnya saja, sirip ikan hiu seukuran 15 cm dihargai Rp 400.000. Menggiurkan bukan?
Populasi hiu di Indonesia bisa dibilang cukup banyak. Namun terus menurun karena marakanya perburuan hiu oleh nelayan liar. Dengan kejadian biadab tersebut, masyarakat setempat bersama LSM mengetatkan penjagaan perairan Raja Ampat. Bahkan, tokoh adat setempat pun mengajak wisatawan untuk turut menjaga keamanan di sana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pulau Sayang dan Pulau Wayag di Raja Ampat adalah kawasan perairan yang dilindungi. Selalu ada patroli berkala di sepanjang 10 mil perairan. Penjagaan dilakukan oleh pihak LSM dalam dan luar negeri serta masyarakat setempat. Namun, para nelayan ilegal sungguh licin dalam beraksi.
"Kami sudah bersama-sama melakukan patroli berkala dengan perahu-perahu kami. Perairan sudah kami jaga dengan sangat baik," ucap Amandus dengan berapi-api.
Di tengah kekecewaannya, sang tokoh adat tetap meminta semua pihak untuk ikut membantu mengamankan salah satu 'surga' milik Indonesia. Raja Ampat memang dianugerahi dengan keindahan alamnya yang sangat memesona. Bahkan buku 501 Must-Visit-Island yang dirilis internasional keluaran Bounty Books pun memilih perairan Wayag sebagai gambar sampulnya.
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
Provinsi Jawa Barat Mau Ganti Nama Jadi Sunda, Budayawan Cirebon Tanya Urgensinya Apa?
Kasihan! Tapir yang Viral di Lampung Disembelih Warga, Dimasak Jadi Rica-rica