Ada banyak baju adat, replika makanan, dan segala jenis hal-hal kebudayaan masyarakat Minang di Museum Adityawarman. Museum ini terletak di Jl Diponegoro No 10, Padang, Sumatera Barat. Dari luar, museum ini berbentuk rumah gadang yang berukuran raksasa.
Museum ini pun telah mencapai umur 35 tahun, tepatnya museum ini diresmikan pada tahun 1977. Meski sudah berumur, museum ini tetap berdiri gagah dan membuat siapapun tertarik untuk mengunjunginya. Museum ini buka setiap hari dengan harga tiket Rp 3.000 saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beranjak lebih ke dalam, Anda dapat mengenal sistem kekerabatan masyarakat Minang. Dalam sistem kekerabatnnya, masyarakat Minang memegang sistem matrilineal, yang mana garis keluarga pihak ibu memegang peranan penting dalam keluarga. Anda bisa mempelajarinya dari informasi yang tertera di dinding-dinding bangunanya.
Berbagai macam alat musik tradisonal dan hiasan pakaian khas Minang berjejer dengan penuh rapi dan dibingkai kaca. Beberapa macam alat musiknya adalah gendang, rebana, pupuik (semacam suling), gengong, dan masih banyak lagi. Perhiasan seperti mahkota dan kalung-kalung untuk para wanita Minang pun sungguh cantik.
Di lantai dasarnya, ada berbagai jenis peninggalan-peninggalan raja-raja Minang di masa lalu. Ada Al Quran, mata uang, hingga berbagai macam peralatan sehari-hari. penjelasan di dindingnya pun sangat lengkap. Ada juga miniatur rumah gadang yang memiliki bentuk beraneka ragam.
Kunjungan ke museum ini akan memberikan banyak pelajaran dan wawasan Anda tentang kebudayaan khas Minang.
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Bule yang Ngamuk Dengar Warga Tadarusan di Gili Trawangan Ternyata Overstay
Viral 'Tembok Ratapan Solo', Politisi PSI: Bukti Jokowi Dicintai
Sejarah Tembok Ratapan yang Asli: Tempat Suci Umat Yahudi