Gunung juga merupakan pilihan yang banyak dikunjungi saat libur panjang seperti libur Lebaran. Anda dapat melancong bersama siapapun dan menggunakan kendaraan apapun. Lebih baik jika Anda beramai-ramai karena sewa mobil berupa jeep akan lebih murah. Akan lebih mudah naik jeep untuk menuju Pananjakan I maupun II, Pasir Berbisik, Bukit Teletubbies atau biasa disebut Savana dan terahir ke kawah Bromo. Biasanya sudah disediakan penyewaan jeep. Biaya mulai dari Rp 450.000,00 hinga Rp 600.000,00 permobil tergantung Anda menawar dan jumlah penumpang. Terutama jika pada hari libur besar maka harga akan lebih mahal dari pada hari biasa.
Jika Pelancong ingin menginap, maka tinggal memilih untuk menginap di hotel ataupun home stay yang berupa rumah penduduk. Harganyapun beragam, keahlian Anda dalam tawar-menawar memengaruhi harga. Disana juga ada warung-warung makanan dan pedagang yang menjual sarung tangan, topi, syal, masker, dll di sekitar penginapan.
Biasaya ke Penanjakan dini hari untuk menikmati buaian sun rise yang memesona. Sebelum itu, jangan lupa menggunakan pakaian yang hangat dan jaket tebal, masker penutup mulut dan hidung, sarung tangan, syat atau topi. Juga lebih baik membawa senter lebih dari satu karena jalan menuju Penanjakan hanya diterangin cahaya bulan saja. Jika Anda mau, Anda bisa menyewa kuda untuk menuju Penanjakan.
Setelah puas menikmati matahari terbit dan pemandangan yang indah dari Penanjakan dengan background Gunung Bromo, Gunung Batok dan Gunung Semeru, maka perjalanan bisa diteruskan menuju Pasir Berbisik. Anda akan melihat sejauh memandang lautan pasir yang indah dan Anda bisa mengabadikan momen indah bersama orang yang Anda sayang.
Lalu perjalanan dilanjutkan menuju Bukit Tabi/Teletubbies. Anda akan menyaksikan betapa indahnya bukit-bukit hijau dan padang ilalang yang indah sebagai background untuk foto. Meski sudah agak panas, tapi udara dingin masih terasa.
Dan tujuan terahir adalah kawah Bromo. Anda harus berjalan dari tempat parkir mobil menuju puncak Bromo. Dari tempat parkirpun sudah terlihat sangat dekat pesona Gunung Batok. Jika Anda lelah, Anda bisa naik menggunakan jasa kuda. Jalan menuju kawah sangat berdebu akibat ramainya Pelancong dan juga arus bolak-balik kuda. Disekitar tangga menuju puncak, banyak pedagang yang menjual bunga edelweiss berbagai warna dan bentuk, dan juga bunga-bunga lain seperti anggrek hutan.
Anda akan sangat berjuang melewati anak-anak tangga yang tak pernah sama dihitung jumlahnya oleh orang yang berbeda. Tangga itu tidak begitu luas dan dibagi menjadi dua ruas kanan dan kiri. Anda akan langsung menyaksikan kawah belerang setelah sampai di puncak. Biasanya banyak orang sekitar yang sembahyang di puncak Bromo.
Jika Anda sudah puas maka Anda bisa kembali berjuang menuruni anak-anak tangga itu. Dan jika Anda masih penasaran, Anda dapat menghitung kembali jumlah anak-anak tangga itu dari atas.
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Bandara Mencekam, Penumpang Panik-Ketakutan Saat Bos Kartel Tewas
Masjid Jamkaran dan Bendera Merah Balas Dendam
Menhub Usulkan Masjid di Jalur Arus Lebaran Jadi Rest Area Pemudik