Acara diawali dengan prosesi suluh yakni doa bersama yang dipimpin oleh 5 pemuka agama di ujung Utara dusun. Seluruh peserta berkumpul di area sebelah utara sungai dengan masing-masing peserta membawa obor yang telah disediakan panitia. Setelah itu berarakan peserta memasuki lokasi peringatan dengan berjalan beriringan. Suasana sangat syahdu dan sakral terlebih lagi hanya diterangi obor. Pemandangan yang cukup membuat merinding karena sungguh-sungguh sakral.
Setelah berada di lokasi peringatan dengan sebuah panggung di tengahnya acara pun segera dimulai. Diawali dengan kenduri yang didoakan oleh tetua kampung yang kemudian dilanjutkan dengan kembul bojana bersama.
Selanjutnya satu demi satu pengisi acara naik pentas, seperti tarian pelangi nusantara, jathilan anak dusun Jelok, penampilan kolaborasi mudika dengan pemuda muslim dan orasi budaya oleh Romo, Ustadz dan Pendeta. Acara diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh 5 pemuka agama.
Sungguh sebuah symponi dan harmoni indah tercipta malam itu di desa wisata Jelok, seperti harapan ketua panitia yang juga direktur pengelola Desa wisata Jelok, Aminuddin Aziz. Pilihan berpihak kepada pluralisme kehidupan berbangsa dan bermasyarakat adalah merupakan pilihan yang paling tepat di negara Indonesia ini. Semua hidup berdampingan dengan rukun dan damai penuh cinta dan rasa persaudaraan. Indah dan menentramkan.
(gst/gst)










































