Liburan ke Korea Selatan, Turis Asing Mesti Buka Dompet Lebar-lebar

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Liburan ke Korea Selatan, Turis Asing Mesti Buka Dompet Lebar-lebar

Bonauli - detikTravel
Minggu, 11 Okt 2026 22:08 WIB
A general view is showing the South Korean traditional food court at Gwangjang Market in Seoul, South Korea. Gwangjang Market is being a traditional street market in Jongno District, Seoul, South Korea. The market is being one of the oldest and large
Turis di Korea Selatan (NurPhoto via Getty Images/NurPhoto)
Seoul -

Kota Seoul menyambut akhir tahun dengan senyuman. Turis yang datang buka dompet lebar-lebar, kota ini cuan!

Seoul mencatat nilai transaksi kartu yang terus meningkat menuju akhir tahun. Selama delapan bulan ini, nilai transaksi meningkat hampir tiga kali lipat dari tahun sebelumnya, seperti dilaporkan oleh Korea Herald pada Rabu (7/10/2026).

Turis internasional menghabiskan Won 7,78 triliun (Rp 103,97 triliun) dari bulan Januari hingga Agustus. Angka ini naik 59,9 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2025. Menurut Pemerintah Metropolitan Seoul tingkat pertumbuhan tersebut sekitar 2,8 kali lipat dari kenaikan jumlah wisatawan sebesar 21,6 persen pada periode yang sama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Total pengeluaran selama delapan bulan tersebut setara dengan sekitar 98 persen dari angka Won 7,94 triliun yang tercatat sepanjang tahun 2023.

Pada bulan Agustus saja, nilai transaksi kartu mencapai Won 1,03 triliun, naik 58,1 persen secara tahunan. Nilai transaksi bulanan terus berada di atas angka Won 1 triliun sejak bulan April, menandai lima bulan berturut-turut di atas ambang batas tersebut.

ADVERTISEMENT

Seoul menyumbang 69,3 persen dari total transaksi kartu offline wisatawan mancanegara secara nasional pada bulan Agustus, dan 71,1 persen selama delapan bulan pertama tahun ini.

Transaksi terbesar turis adalah belanja dengan total pengeluaran selama periode Januari hingga Agustus, yakni sebesar 46,6 persen, diikuti oleh layanan medis dan kebugaran (23,8 persen), makanan dan minuman (13,2 persen), serta akomodasi (10,4 persen).

Pengeluaran di pusat perbelanjaan besar meningkat 77,5 persen secara tahunan menjadi 1,70 triliun won. Pengeluaran untuk wisata medis naik 64,2 persen, sementara pengeluaran di restoran dan bisnis kecantikan masing-masing tumbuh sebesar 59,5 persen dan 39,7 persen.

Pada bulan Agustus, Seoul berhasil mencetak rekor sejarah dengan mendatangkan 1,72 juta turis dalam sebulan dan mengumpulkan total 11,56 juta kunjungan sejak awal tahun, di mana mayoritas wisatawan berasal dari Tiongkok, Jepang, dan Taiwan.

Menariknya, pertumbuhan ekonomi ini didorong oleh perubahan perilaku turis yang kini lebih gemar menjelajahi kawasan komersial lokal dan pasar tradisional ketimbang pusat perbelanjaan utama.

Tempat-tempat hits bernuansa lokal seperti kawasan Taman Dosan, distrik mode Seongsu-dong, Jalan Kafe Seongsu, serta kuliner di Pasar Gwangjang dan Pasar Namdaemun mengalami lonjakan nilai transaksi yang sangat signifikan.

Angka-angka ini sendiri dihitung menggunakan estimasi sementara, yang mengasumsikan bahwa sekitar 76,8 persen dari total turis yang masuk ke Korea Selatan pasti menyempatkan diri untuk mengunjungi Seoul.



(bnl/wsw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads