Berangkatlah saya, tepatnya di bumi perkemahan cibodas, nah.. disinilah kekaguman saya berawal. Saya heran pada malam hari disini entah mengapa kebanyakan orang menggunakan sarung tangan dan sarung yang melilit badan mereka, ternyata saya terlalu sombong dan memang benar bahwa angin malam di puncak sana sangat lah dingin mungkin bisa di perkirakan 15 derajat celcius, pada kondisi tersebut saya langsung mencari api untuk menghangatkan badan saya....
Pagi harinya, setelah melewati dinginya malam tadi,saya melanjutkan beberapa kegiatan, rupanya kita akan hicking ke air terjun cibeureum, okeeh saya kira dikat laaah, dan TERNYATA, karena pada saat itu saya bersama beberapa teman saya bersama dan kami kompak untuk yang tercepat sampai di air terjun tersebut, didalam perjalanan sangat laaah pemandangan indaaah~, apalagi saat kita melewati pos telaga warna sambil istirahat meminum air yang mengalir. Perjalanan kami memang panjang dan kondisi jalan yang berbatu dan saya bilang jaraknya lumayan untuk saya sekitar 2,7 KM yang tertulis di batu - batu patokan sepanjang jalan setapak jadi kurang lebih bolak - balik kami berjalan sejauh 5,4 km.
Sampailalah kami di air terjun cibeureum, lelah, letih, dan smua butiran keringat kami terbayar akan adanya air terjun ini... kami bermain dan have fun, memang benar Tuhan menciptakan BUMI dan SEisinya dengan INDAH....
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
5 Alasan yang Bikin Bali 'Dijauhi' Wisatawan
Saat Paguyuban Kades di Jombang Berwisata ke IKN
Presiden Jerman Mau ke RI, Bertemu Prabowo dan Susuri Terowongan Silaturahmi