Kepercayaan yang dianut oleh masyarakat desa Tenganan Bali pada umumnya adalah Hindu. Desa tenganan telah menulis aturan atau awig-awig yang diwariskan dari generasi ke generasi oleh nenek moyang mereka, juga tidak mengenal kasta dan diyakini sebagai Dewa Indra adalah dewa dari semua dewa. Dewa Indra adalah dewa perang. Sejarah Tenganan adalah hadiah dari Dewa Indra di peneges wong, desa leluhur Tenganan. Sementara Hindu Bali umumnya membuat Tri Murti Brahma, Wisnu, dan Siwa sebagai dewa tertinggi.
Dikatakan bahwa, di Tenganan kuno dan wilayah sekitarnya diperintah oleh seorang raja bernama Maya Denawa yang tidak adil dan kejam, ia bahkan membuat dirinya sebagai Tuhan dan melarang ritual keagamaan di Bali, mendengar ini para dewa di surga murka, dan para dewa yang dikirim Tuhan untuk membangkitkan Indra atau menghancurkan Maya Denawa, dengan menaikkan dewa Indra sebagai panglima perang atau pemimpin pertempuran. Melalui pertempuran sengit dan korban yang tidak sedikit, Maya Denawa akhirnya dikalahkan.
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong
4 Negara ASEAN Bersatu Bangun Rute Kereta Cepat, Tanpa RI
Healing Dekat-dekat Aja, Jokowi Ikut Yoga di Depan Rumah