Perang Pandan,desa tenganan,Bali.
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Perang Pandan,desa tenganan,Bali.

- detikTravel
Selasa, 23 Okt 2012 13:22 WIB
Indonesia, Bali, Karang Asem - Perang pandan adalah upacara yang dilakukan untuk menghormati Dewa Indra (dewa perang) dan leluhur. Perang pandan disebut mekare-kare. Upacara ritual ini diadakan setiap tahun pada bulan Juni di desa Tenganan, yang terletak di 70 km timur dari Denpasar Bali sekitar 70 menit menggunakan kendaraan bermotor,salah satu desa tua di Bali, atau di sebut jg Bali Aga . Lokasi desa ini dikelilingi oleh perbukitan, sedangkan bentuk desa sendiri seperti benteng hanya memiliki empat pintu masuk, sehingga lebih mudah untuk mengetahui siapa yang datang dan pergi dari desa.
Kepercayaan yang dianut oleh masyarakat desa Tenganan Bali pada umumnya adalah Hindu. Desa tenganan telah menulis aturan atau awig-awig yang diwariskan dari generasi ke generasi oleh nenek moyang mereka, juga tidak mengenal kasta dan diyakini sebagai Dewa Indra adalah dewa dari semua dewa. Dewa Indra adalah dewa perang. Sejarah Tenganan adalah hadiah dari Dewa Indra di peneges wong, desa leluhur Tenganan. Sementara Hindu Bali umumnya membuat Tri Murti Brahma, Wisnu, dan Siwa sebagai dewa tertinggi.
Dikatakan bahwa, di Tenganan kuno dan wilayah sekitarnya diperintah oleh seorang raja bernama Maya Denawa yang tidak adil dan kejam, ia bahkan membuat dirinya sebagai Tuhan dan melarang ritual keagamaan di Bali, mendengar ini para dewa di surga murka, dan para dewa yang dikirim Tuhan untuk membangkitkan Indra atau menghancurkan Maya Denawa, dengan menaikkan dewa Indra sebagai panglima perang atau pemimpin pertempuran. Melalui pertempuran sengit dan korban yang tidak sedikit, Maya Denawa akhirnya dikalahkan.
(gst/gst)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads