Digunting jadi Suvenir

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Digunting jadi Suvenir

- detikTravel
Jumat, 26 Okt 2012 20:37 WIB
Indonesia, Riau, Pekanbaru -

SALAH satu lokasi yang menjadi daya tarik Kota Pekanbaru ialah Masjid Raya Sanapelan yang berada di Kelurahan Bandar, Kecamatan Sanapelan. Selain masjid, di area seluas 1.800 meter persegi itu juga terdapat makam keluarga Kerajaan Siak, yang merupakan pendiri Kota Pekanbaru.

Masyarakat sekitar makam dulu mengenal situs itu sebagai Pekuburan Masjid Raya atau Kuburan Raja. Namun, nama kompleks permakaman diganti menjadi makam Marhum Pekan karena di dalamnya terdapat makam pendiri Kota Pekanbaru Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah yang berjuluk Marhum Bukit.

Marhum Bukit adalah Sultan Siak IV dari Kerajaan Siak yang memindahkan pusat pemerintahan Siak dari Mempura ke Bukit Senapelan atau Kampung Bukit pada 1762. "Makam ini biasanya ramai dikunjungi pada malam Jumat. Tetapi, hari biasa juga banyak sekitar 6-10 orang," kata Dadang, penjaga makam.

Peziarah yang datang tidak hanya dari Kota Pekanbaru, tapi juga dari Siak, Kampar, dan Rumbai. Selain untuk berziarah, ada juga pengunjung yang datang untuk bermalam di sana.

"Tetapi, biasanya kami larang karena itu cuma alasan. Pernah kami tangkap basah seorang peziarah berusaha mendongkel nisan Sultan Siak IV. Sejak itu, ziarah kami batasi hingga pukul 22.00 saja," jelas Dadang.

Peziarah memang selalu berusaha mengambil sesuatu untuk kenang-kenangan. "Dulu makam-makam di dalam bangunan kami beri tirai. Sekarang tidak lagi karena ada peziarah yang menggunting tirai sehingga tirai bolong-bolong, tidak sama panjangnya, dan kadang dirobek juga," jelasnya.

Karena itu, saat ini para peziarah sulit untuk membawa pulang suvenir dari kompleks permakaman. "Sekarang kalau ada peziarah yang ingin mengambil suvenir, silakan ambil kerikil di makam. Nanti saya tambah lagi kerikilnya dari luar," canda Dadang.

Untuk menjaga makam, Dadang dibantu dua orang, yakni Ahmad dan Thomita. Dadang dan Ahmad ditugasi Balai Pelestarian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pekanbaru, sedangkan Thomita petugas dari Pemerintah Kota Pekanbaru.

Seperti tempat-tempat keramat lain di berbagai daerah, cerita mistis beredar di kompleks permakaman itu. Namun, Dadang tidak mau menanggapinya.

"Itu kan pengalaman pribadi. Saya hanya tahu dan tidak ingin menyebarkannya," jelasnya.

Salman, warga yang tinggal di sekitar makam, mengatakan pernah mengalami pengalaman unik tentang makam Sultan Siak ini tiga tahun silam. Menurut Salman, ia dan temannya pernah melihat sosok tinggi besar berpakaian serba-'wah' saat sedang menginap di masjid tersebut. Semenjak mengalami kejadian itu, Salman tidak berani lagi bermalam di masjid.
(gst/gst)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads