Menjelajahi Alam Suku Baduy
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Menjelajahi Alam Suku Baduy

- detikTravel
Kamis, 08 Nov 2012 10:32 WIB
Indonesia, Banten, Serang - Ini perjalanan ketika saya masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. Saat itu memang saya sudah suka dengan traveling ke tempat2 yang seru untuk di jelajahi. Ketika itu saya adalah ketua dari grup pencinta alam di sekolahan saya. Kebetulan saya mengajukan proposal untuk melakukan perjalanan ke suku primitif terkenal di daerah banten yaitu suku baduy. Awalnya banyak yang tidak setuju karena mengingat kami semua hanyak anak SMP, tapi saya bersikeras dengan meyaknkan pihak sekolah. Akhirnya pada tahun 2004 (tanggalnya lupa) kami pun jadi berangkat ke sana. Dengan jumlah peserta yang ikut mencapai 30 org lebih, terdiri dari cwe dan cwo. ternyata mereka sangat antusias dengan perjalanan kali ini.
Jarak yang di tempuh untuk sampai ke daerah baduy (waktu itu kami menuju baduy dalam, Cibeo) normal bisa di tempuh selama 6 jam dengan berjalan kaki dengan sesekali istirahat. Baduy berada di daerah Lebak, atau rangkasbitung merupakan daerah yang sangat terkenal bagi para pencinta alam dengan jalurnya yang ekstrim dan org2 pun banyak yang bilang yaitu jalur "Titian Penderitaan" . dan memang benar adanya. Secara demografis, baduy di himpit oleh 3 4 bukit sehingga menjadikannya sebuah tantangan untuk menaklukannya.
Sepanjang perjalanan rasa capek pun terbayar oleh pemandangan yg indah dan masih belum terjamah tangan jahat manusia. Kami berangkat di temani porter yang siap memandu dan siap membantu mengangkat barang bawaan kita. sebenarnya perjalanan ke baduy itu merupakan perjalanan yang sangat ekstrim capeknya, karena medan dan jarak yang di tempuh sungguh sangat melelahkan.
Di Baduy sendiri memiliki beberapa pantangan yang harus pendatang patuhi, atau hukumannya kita harus pergi dari tempat itu pada saat itu juga. Dari tidak boleh mengeluarkan barang elektronik, memotret pemandangan alam baduynya, mandi membelakangi barat, sampai mandi yang tidak boleh menggunakan sabaun atau pasta gigi. Maklum semua itu demi menjaga kelestarian alam baduy itu sendiri.
Setelah menempuh jarak yang membuat putus asa, akhirnya kami pun tiba di cibeo atau pemukiman baduy dalam. di sini masih terlihat masyarakatnya yang masih primitif terlihat dari pakaian mereka yang sederhana. Pria menggunakan baju putih sederhana, sedangkan perempuan hanya menggunakan kain. Ada yang unik di sini, perempuan yang belum menikah menutup rapat dadanya, sedangkan yang sudah membiarakan begitu saja dada mereka terlihat.
Di baduy kami hanya dua hari satu malam. tapi perjalanan kali itu sangat menyenangkan, dan sampai saat ini saya sudah 3 kali ke baduy, karena saya suka suasana alam di sana..
(gst/gst)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads