Waktu Singapura menunjukkan pukul 00.30, saya dan Joy masih jalan-jalan di sekitar marina bay. Belum tahu harus kemana dan menginap di mana. Sebelumnya kami sudah janjian akan menginap di flat milik temannya Joy tapi sesampai di Singapura handphone kami lowbet semua sehingga kami tidak dapat menghubunginya.
Teringat kami belum sholat isya akhirnya kami keliling mencari musholla atau tempat duduk yang nyaman dan agak sepi untuk sholat. Kami hanya menemukan bar dan kafe di sepanjang jalan. Akhirnya kami masuk ke sebuah tempat yang kami pikir hotel barang kali di lobby hotel itu terdapat musholla. Karena sebelumnya saya pernah sholat di musholla lobby hotel berbintang di Jakarta jadi saya berharap hotel di Singapura juga terdapat musholla.
Kami di sambut ramah oleh resepsionis yang cantik, dan segera Joy menanyakan βPrayer room miss???β Resepsionis itu tampak kebingungan. βFor muslim sholat?? "Oh.. No!!" jawabnya sambil meninggalkan Joy. Hanya itu saja pertanyaan yang terlontar karena bahasa inggris kami pas-pasβan.
Melihat di salah satu pojok ruangan terdapat sofa akhirnya kami memutuskan untuk sholat di situ. Kebetulan di pojok seberangnya terdapat toilet untuk kami mengambil wudhu. Selesai sholat kami duduk sebentar sambil berpikir mau tidur di mana badan sudah terasa lelah setelah seharian jalan-jalan. Saya mencoba berbaring di sofa itu terasa nyaman sekali empuk serta bantal yang halus membuat saya makin enggan untuk beranjak.
βJoy, kita tidur di sini aja yukβ
βNgaco, ya di usir lahβ
βKalo di usir kita tinggal pergiβ mata saya hampir terpejam menikmati empuknya sofa
βIya juga ya..β jawab Joy diikuti dengan gerakan mencari posisi enak buat tidur di sofa sebelah. Sempat terpikir hotel kok musiknya keras begini ya, ya sudahlah yang penting bisa tidur.
Pagi hari jam 05.30 Joy membangunkan saya. Suasana sepi tidak ada musik-musik seperti tadi malam. Saya segera mengambil wudhu dan sholat subuh di sofa itu lagi. Selesai sholat Joy keliling ruangan itu dan baru sadar bahwa kami ternyata tidur di bar bukan lobby hotel. Semua pintu sudah terkunci karena bar sudah tutup. OMG apa yang harus kita lakukaan...??? Terbayang bar ini akan buka malam hari lagi sedangkan sore harinya kami harus pulang ke Jakarta tiket sudah di pesan.
Untuk menghilangkan kepanikan kami berjalan-jalan di ruangan itu sambil mengamati berbagai macam minuman berderet rapi di rak. Ternyata di belakang rak terdapat pintu kaca yang hanya di ikat menggunakan rantai sehingga jika didorong akan sedikit terbuka. Beruntung kami berbadan kecil. Joy mencoba meneroboskan badannya keluar saya bantu dorong dari dalam dan ternyata βBERHASILβ¦!!β Giliran saya menerobos keluar di bantu tangan saya ditarik Joy dari luar, Alhamdulillaaahβ¦berhasil juga. Lega sekali rasanya.
Sebelum pergi kami berfoto-foto dulu di depan bar itu dan segera menjauh karena takut ketahuan. Thanks ya penginapannya lain kali bolehlah kami menginap gratis di sini hahaha... Sepanjang perjalanan geli menahan tawa teringat tanya musholla di bar ya mana ada :)
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Protes Keras Upacara Adat di Bali, Terganggu Suara Musik
Investor Serbu Gunungkidul, GKR Mangkubumi: Kita Adalah Jogja, Bukan Bali
Cerita Pilot Wanita Garuda Terbangkan Bryan Adams dan Diundang ke Konsernya