SAKOTA ngonthel Tasik-Jogja
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

SAKOTA ngonthel Tasik-Jogja

- detikTravel
Sabtu, 08 Des 2012 23:50 WIB
Indonesia, Jawa Barat, Kota Tasikmalaya - Touring Tasik-Jogja telah kami persiapkan satu bulan lalu. Ini bukan touring gowes yg biasa. Untuk touring biasanya orang-orang menggunakan MTB (Mountain Bike) atau sepeda bergigi untuk mempermudah perjalanan di jalan menanjak dan menurun. Tapi kami berbeda. Kami adalah komunitas sapedah koloh (sepeda tua) atau biasa disebut sepeda onthel. Sangat tidak mudah touring dengan menggunakan onthel karena sepeda cukup berat dan tidak bisa oper gigi seperti MTB. apalagi saat harus melewati jalan menanjak. inilah yang menjadi tantangan terbesar touring onthel.
Rabu (14/11/2012) pukul 9 pagi kami sudah berkumpul di CFD (Cihideung, pusat Kota Tasikmalaya). 7 orang yang telah siap, yang dipimpin Abah Oyo sebagai ketua Sapeda Kolot Tasikmalaya (SAKOTA), mulai berangkat menuju Manonjaya untuk menjemput 2 kawan yang akan bergabung dalam touring Tasik Jogja ini. Tiba di Manonjaya, kami sempat diliput oleh medai lokal. 2 orang dari Manonjaya telah siap bergabung. Tanpa membuang-buang waktu, kami langsung berangkat melanjutkan touring.
Di hari pertama, target perjalanan kami adalah kabupaten Majenang. Untuk mencapai Kabupaten Majenang kami harus melewati Kota Banjar dan Wanaraja. Jarak tempuh Tasikmalaya-Majenang adalah 70 km. Sesekali kami beristirahatkalau ada dari kami yang kelelahan dan istirahat sholat duhur dan ashar.
Tiba di Majenang pukul 6 sore. Kami disambut oleh anggota Gojek (komunitas onthel Majenang). dan istirahat bermlam di rumah sekretariat Gojek.
Keesokan harinya, kami berangkat pukul 6 pagi untuk melanjutkan touring. Dari Gojek bergabung 3 orang. Jumlah keseluruhan peserta touring menjadi berjumlah 12 orang. Perjlanan hari kedua jarak tempuhnya lebih jauh dari hari pertama. Setelah melewati daerah Genteng, Lumbir, Wangon dan sampai di Kemrajen, total tarak tempuh dihari kedua sejauh 80 km. Karena biaya perjalan kami terbatas dan tidak memiliki anggaran untuk menginap di penginapan (palagi hotel), kami terpaksa beristirahat di Pom Bensin Kemrajen, Kabupaten Kebumen.
Di hari ketiga, target kami harus sampai di Kota DI Yogyakarta. Kami sadar bahwa ini tidak mudah mengingat jarak tempuh dari Kemrajen-Yogyakarta sejauh 144 km. Kami harus melewati Kebumen, Prembun, Kutoarjo, Purwerejo, Wates, Sedayu dan kemudian Yogyakarta. Tapi tidak ada yang mustahil. Kami akan menyelesaikan touring ini sampai ke tujuan. Yogyakarta.
Kami mulai perjalanan pukul 05.30 WIB. Cuaca tiga hari ini cukup mendukung. Kami terus mengayuh tanpa menyerah. pukul 11 siang kami sudah tiba di Prembun dan beristirahat untuk melaksanakan sholat Jumat terlebih dahulu. Setelah sholat jumat kami langsung melanjutkan touring. Walaupun perjalan masih panjang dan stamina kami sudah terkuras banyak di dua hari sebelumnya, kami selalu punya keyakinan bahwa kami akan berhasil menyelesaikannya. pukul 4 sore akhirnya kami telah sampai di wates, perbatasan Yogyakarta. Perjalanan masih menyisakan 60 km lagi. Kami terus mengayuh pedah sepeda tua. Semangat kami tidak pernah surut. Malah bertambah saat kami tersadar bahwa kami telah semakin dekat dengan tempat tujuan kami.
Kami akan menghadiri even tahunan sepeda tua Yogyakarta yaitu acara Jogja Kembali Bersepeda 2012. Acara dilaksanakan di Jogja National Museum. Pukul 8 malam akhirnya kami berhasil menyelesaikan touring panjang ini. Ada kepuasan dan pengalaman yang tidak mampu dibayar oleh apapun itu. Touring ini bercerita tentang kebersamaan, perjuangan, pengorbanan, dan kecintaan kami pada sepeda tua. Sangat tidak mudah touring menggunakan sepeda tua. Mulai dari keterbasan perbekalan, kram, dipepet mobil, kerusakan sparepart, dan lain-lain. namun kami bersyukur kepada Allah SWT telah melindungi dan memberikan kesuksesn dalam touring ini.

Salam Gowes
(gst/gst)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads