Upacara adat ini dilakukan dengan cara dua orang lelaki saling beradu untuk memukul kaki lawannya. Sebelum hal tersebut dilakukan, para tetua adat memimpin doa terlebih dahulu yang bertujuan agar dilancarkan dalam pelaksanaannya.
Kemudian setelah selesai berdoa dimulailah acaranya. seperti yang telah dikatakan tadi upacara ini berlangsung dengan cara dua orang lelaku saling beradu untuk memukul kali lawan dengan sebilah bambu serta diiringi oleh lagu-lagu yang mengisyaratkan perdamaian dan juga mencari kawan. Orang yang hendak beradu memakai seragam atau baju yang sudah disediakan.
Lagu-lagu iringannya berbahasa jawa dan diiringi oleh dengan kendhang dan beberapa penyanyi. Biasanya bapak-bapak yang menyanyikannya.
Nah, acara ujungan ini juga cukup terkenal lho. Ada beberapa wartawan yang meliput tentang acara ini. Yang nonton juga rame banget dari semua kalangan mulai dari anak kecil sampe kakek nenek juga ada.
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Parah Banget! Turis Thailand Jadi Korban Maling di Bromo, 7 Koper Hilang
Investor Serbu Gunungkidul, GKR Mangkubumi: Kita Adalah Jogja, Bukan Bali
11 Bandara Papua Ditutup