Banyak akses menuju pantai berpasir putih ini, namun semua jalur hanya bisa di tempuh dengan berjalan kaki. Kami tidak sengaja sampai di salah satu desa bernama Pelilit, di mana seseorang manunjukkan jalur ke pantai.
Dari atas bukit terlihat pantai bepasir putih, air laut yang biru dan batu besar di depannya seperti sebuah pulau. Turun dari bukit, kita melewati perkebunan warga, terdapat banyak pohon kelapa di sana.
Sesampainya di pantai, tidak ada seorangpun, hanya saya bersama seorang teman. Kebetulan matahari hampir tenggelam, sinarnya membuat bebatuan di tebing menjadi indah, air lautnya pun menjadi biru toska.
Akses lain menuju Pantai Atuh ialah melalui desa Cemlagi. Di desa ini kami mendapat tawaran untuk menginap gratis karena sudah malam dan tidak ada penginapan di sekitarnya.
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Adzan Menggema di London, Ini Sudut Paling Menggetarkan Hati Muslim di Whitechapel
Bule Australia Terlunta-lunta di Bali, Hidup di Bangunan Kosong-Kakinya Luka
Wisata Korea Tak Lagi Terpusat di Seoul, Kini Wilayah Lain Mulai Dilirik Turis