Crossing Asyik di Bromo
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Crossing Asyik di Bromo

- detikTravel
Rabu, 03 Apr 2013 02:53 WIB
Indonesia, Jawa Timur, Malang - Saat melakukan Kuliah Kerja Nyata pertengahan tahun 2011 silam di desa Ngadas kecamatan Poncokusumo Malang, saya berkesempatan untuk berpetualang ke gunung Bromo dengan cara lain dari biasanya. Bermodal motorcross modifikasi lokal, hasil meminjam dari perangkat desa setempat, kami mencoba menyusuri hamparan perbukitan dan padang pasir Bromo.
Perjalanan dimulai dari desa Ngadas, desa yang berada di ketinggian 2100 mdpl ini masuk ke wilayah kecamatan Poncokusumo kabupaten Malang. Desa Ngadas merupakan desa tengger asli yang juga merupakan satu-satunya desa yang ada di dalam di kawasan Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru sehingga termasuk desa Enclave. Dari desa ini perjalanan dilakukan ke arah timur sampai ke pertigaan Jampang yang merupakan persimpangan jalan ke lembah Bromo dan ke desa Ranu Pane. Jarak sekitar 6 km dengan rute menanjak dan berkelok ekstrim merupakan tantangan tersendiri. Kami harus sigap dalam mengatur bukaan gas dan kopling agar motor tetap kuat menanjak.
Dari persimpangan Jampang jalan menurun sepanjang lembah ilalang Bromo yang terkenal lewat film 5cm. Disini kami harus berhati-hati agar motor tidak terperosok ke jurang yang berada di sisi kanan jalan. Setelah mencapai dasar lembah kami disuguhi pemandangan yang luar biasa indah yang layaknya di luar negeri, serasa asing dan amazing.
Setelah menyusuri lembah ilalang kami sampai di pinggiran lautan pasir Bromo. Jika traveller lain yang menaiki motor biasa atau menumpang Jip tour harus mengikuti jalur yang ada, kami dan motorcross kami bebas memilih jalur yang akan kami lewati. Kami mengambil jalan pintas menuju kaki gunung Bromo melewati 'sungai pasir' dimana terdapat retakan-retakan besar yang kami dan motorcross yang kami naiki dapat masuk ke dalamnya.
Dengan mengambil jalan pintas kami dapat lebih cepat tiba di kaki gunung Bromo. Langsung saja kami memacu gas motorcross yang kami naiki mendaki gunung yang nampaknya tidak terlalu tinggi ini. Sampai sepertiga jalan mendaki motorcross yang kami naiki masih dengan mudah melahap tanjakan pasir yang mulai curam. Namun sampai ditengah perjalanan mencapai puncak kawah gunung Bromo, kami tidak dapat lagi melanjutkan perjalanan dengan menaiki motorcross karena tanjakan yang semakin curam ditambah pasir yang dilalui semakin dalam dan halus yang membuat motorcross kami terperosok dan selip saat mencoba mendaki lebih tinggi lagi. Dan masih ditambah padatnya wisatawan sepanjang jalur pendakian yang mempersulit usaha kami menaklukkan gunung Bromo ini dengan motorcross kami.
Cukup puas dengan mencapai pertengahan gunung Bromo, kamipun melepas lelah sejenak menikmati pemandangan lautan pasir dengan background bukit Penanjakan, gunung Batok dan pura Ponten dikejauhan. Sungguh pengalaman yang sangat menakjubkan dan memacu adrenalin. Really worth to try!
(gst/gst)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads