Sebuah Surga Kecil di Pulau Panaitan Ujungkulon

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Sebuah Surga Kecil di Pulau Panaitan Ujungkulon

- detikTravel
Kamis, 25 Apr 2013 10:33 WIB
Indonesia, Banten, Pandeglang -

Tepatnya pada minggu ke-dua bulan April 2013, saya bersama teman - teman Pecinta Alam PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk, mengadakan kunjungan ke pulau - pulau di kawasan Taman Nasional Ujungkulon, Pandeglang, Banten. Kami berangkat menggunakan bus sewaan dari kota Cilegon menuju daerah Sumur, Ujungkulon. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 6 jam.
Dari Sumur kami menuju pulau Panaitan menggunakan kapal. Pemandangan awal perjalanan yang tidak begitu bagus karena air laut sekitar dermaga yang keruh, tiba - tiba berubah sangat jernih dan berkilau indah setelah beberapa kilometer. Disuguhi pemandangan laut dan pulau yang indah membuat kami begitu menikmati perjalanan walaupun kondisi ombak yang masih buruk. Beberapa kali ombak besar kami terjang.
Lima jam perjalanan pun berlalu dan kapal kami akhirnya bersandar di dermaga pulau Panaitan. Kata yang saya ucapakan pertama kali ketika melihat pulau ini adalah "Subhanallah, apakah ini sebuah surga?". Kekaguman dengan sebuah ekosistem yang masih terjaga indah membuat rasa Syukur kepada Tuhan yang memberikan telah memberikan sebuah surga kecil di pulau - pulau yang ada di negeri kita ini, Indonesia.
Awal rencana kami sesampainya di Panaitan adalah tracking menyusuri hutan yang masih perawan untuk mendirikan sebuah camp di sisi selatan pulau tersebut. Kami pun sejenak beristirahat menikmati suara dan pemandangan ombak yang begitu indah, sembari menunggu beberapa koordinator kami yang sedang melakukan survey track yang akan kami lewati. Sayang, koordinator kami menginformasikan kalau track yang akan kami lalui cukup berat dan membatalkannya mengingat rombongan kami sebagian adalah wanita.
Kami pun mencari spot di daerah dekat dermaga, tepatnya di sebuah penginapan yang tidak terurus. Tenda - tenda pun kami dirikan di sana. Spot yang bagus menghadap ke laut membuat suasana tenang dan nyaman. Ada beberapa seekor kera yang lucu menghampiri kami.
Kegiatan yang kami lakukan bebas namun koordinator tetap mengawasi kami. Beberapa ada yang tracking, memancing, berenang atau snorkeling maupun hanya berfoto - foto di pantai pasir putih yang sangat indah. Saya sendiri sangat menikmati pemandangan bawah laut dengan snorkeling. Terumbu karang dan biota laut lainnya masih cukup terjaga dan begitu indah. Karena kondisi arus yang cukup besar, koordinator melarang kami untuk berenang terlalu jauh.
Bukan masalah bagi kami karena tak perlu berenang ke tempat yang jauh pun kami sudah menemukan biota laut yang sangat indah. Waktu pun tak terasa dan matahari mulai tenggelam. Pemandangan pun sangat luar biasa indahnya.

Malam pun tiba, kami berkumpul bersama untuk makan malam, bercerita dan membakar ikan. Suara ombak maupun satwa - satwa dan cahaya bulan beserta bintang menghanyutkan kami dalam kegelepan malam yang begitu menenangkan hati dan pikiran.
Sungguh rencana yang tepat untuk berlibur di sini. Rasa jenuh karena kesibukan dan rutinitas pekerjaan yang berat pun hilang ketika kami berkumpul bersama menghuni sebuah pulau yang masih perawan dan terjaga keindahan ekosistemnya.

Banyak pelajaran hidup yang kita dapatkan karena mencintai alam. Jagalah alam dan alam akan menjagamu dalam keindahaanya.
Oh awesome! I love Indonesia!
(gst/gst)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads