Bus meninggalkan terminal tepat pukul 7.40 pagi, sayang perjalanan harus ditempuh lebih lama dari waktu normal akibat padatnya lalu lintas di jalan. Secara umum kondisi bus sangat nyaman, dengan panduan berbahasa Jepang dan Inggris, serta tersedia toilet di bus yang mirip dengan toilet pesawat. Selama dalam perjalanan awalnya pemandangan cukup membosankan dengan jajaran gedung-gedung dan perumahan dikiri-kanan jalan dan padatnya kendaraan, namun begitu mendekati Kawaguci pemandangan berganti dengan bukit dan lembah hijau nan cantik sehingga cukup mengobati lelah selama dalam perjalalan.
Awalnya saya sempat pesimis dapat melihat sosok gunung fuji secara utuh, mengingat hujan mengguyur dari pagi dan mendung tebal menyelimuti sepanjang perjalanan tapi keberuntungan itupun datang, saat bus melintas di kawasan Fuji Highland matahari bersinar cerah sehingga saya sempat menyaksikan pucak gunung puji yang berselimut salju walaupun sejenak. Saya benar-benar bersyukur kepada Tuhan, impian untuk melihat sosok gunung Fuji secara utuh akhirnya terkabulkan. Gunung yang begitu cantik dan sakral terhampar didepan mata saya.
Bus berhenti kurang lebih 10 menit di sebuah rest area sebelum melanjutkan perjalanan ke Sta. 5 Fuji. Pada pukul 11.30 akhirnya bus tiba di pemberhentian terakhir pada ketinggian 2400 m, udara dingin dan kabut langsung menyergap begitu saya keluar dari bus. Hmmm..sudah lama saya tidak merasakan dinginnya udara gunung, perasaan yang benar-benar sulit dilukiskan dengan untaian kata. Kembali saya meluapkan syukur saya kepada Tuhan, impian masa kecil saya untuk menginjakkan kaki di Fuji benar-benar menjadi kenyataan, gunung yang dulu cuma bisa saya bayangkan keindahannya dari buku-buku cerita dan koran bekas yang saya baca. Setelah berkeliling sebentar di Sta. 5 yang lengkap dengan toko-toko souvenir dan restauran saya melanjutkan langkah menyusuri track menuju puncak, dari Sta. 5 track cukup landai hingga perlahan-lahan mulai menanjak mendekati Sta. 6. Pada track ini masih ramai oleh para wisatawan bahkan ada beberapa mengendarai kuda yang disewakan dari Sta. 5, namun semakin keatas wisatawan semakin jarang, kabut semakin tebal dan udara semakin tipis. Langkah saya terhenti di Sta. 7 dengan ketinggian kurang lebih 3010 m, setelah berkeliling mengagumi lukisan alam ciptaan Tuhan dan beristirahat sebentar saya memutuskan untuk turun mengingat waktu sudah semakin sore dan saya belum mendapatkan bus untuk kembali ke Tokyo. Setengah berlari saya menuruni lereng sambil sesekali berhenti untuk mengambil gambar. Sampai di Sta. 5 saya sempat kebingungan mencari transportasi untuk turun, untunglah ada bus lokal ke stasiun Kawaguci dengan tarif 1500 Yen, kemudian perjalanan saya lanjutkan dengan Bus Keio menuju Tokyo dengan tarif 1700 Yen. Kurang lebih pukul 8 malam bus tiba di Shinjuku, setelah makan malam sejenak di KFC saya melanjutkan perjalanan ke hotel dikawasan Ningyoco dengan menggunakan metro subway.
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Bule yang Ngamuk Dengar Warga Tadarusan di Gili Trawangan Ternyata Overstay
Viral 'Tembok Ratapan Solo', Politisi PSI: Bukti Jokowi Dicintai
Bandara Mencekam, Penumpang Panik-Ketakutan Saat Bos Kartel Tewas