Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 03 Jan 2021 13:45 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Wisata Live on Board Naik Pinisi, Kayak Apa Sih?

Christie
d'Traveler
Kapal Liveaboard Cheng Ho oleh Indonesea.id
Kapal Liveaboard Cheng Ho oleh Indonesea.id
Barisan Kapal Jukung di Amed
Barisan Kapal Jukung di Amed
Penyelam mengambil gambar seekor penyu
Penyelam mengambil gambar seekor penyu
Gili Meno Sculptures
Gili Meno Sculptures
The Pyramid di Amed
The Pyramid di Amed
detikTravel Community - Tren wisata live on board mulai digandrungi oleh masyarakat. Di kelilingi lautan indah Indonesia, beginilah enaknya live on board.Pandemi yang membatasi kegiatan sehari-hari sudah berlangsung sekitar 9 bulan. Tidak bisa dipungkiri berada terlalu lama dirumah memiliki pengaruh yang besar terhadap banyak orang. Jika di tahun-tahun sebelumnya orang-orang memiliki kesempatan pergi liburan sebagai alternatif menghilangkan jenuh, pilihan tersebut tidak semudah itu dapat dilakukan pada tahun ini. Namun seiring berjalannya tahun ini, dapat dilihat banyak orang yang mulai melakukan perjalanan wisata tentunya dengan segala keterbatasan tetap berusaha mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Misal, daripada naik pesawat banyak orang memilih naik mobil saja, atau daripada keluar negeri orang memilih untuk berwisata #diindonesiaaja.Kesempatan ini dapat digunakan untuk mengeksplorasi daerah-daerah di Indonesia yang unik dengan cara yang unik. Contohnya wisata dengan akomodasi di kapal yang sering disebut dengan liveaboard. Indonesia adalah salah satu negara yang paling kaya dalam keragaman biota laut karena lokasinya berada di area Coral Triangle, sebuah kawasan perairan Indo-Pasifik yang memiliki kekayaan kehidupan laut yang beragam dan melimpah. Areanya meliputi Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon dan Timor Leste. Sebagian besar keanekaragaman spesies terumbu karang dan biota lautnya berada di Papua, yaitu pada bagian kepala burung. Potensinya sungguh luar biasa besar. Wisata dengan kapal liveaboard adalah salah satu cara terbaik untuk mengeksplor wisata bahari di Indonesia.Liveaboard adalah kapal yang diperuntukan untuk dapat diinapi. Sebagian besar kapal live on board yang ada di Indonesia adalah kapal pinisi yang dibuat di Bulukumba, Sulawesi Selatan. Kapan buatan mereka dipercaya sudah ada sejak abad ke-14. Pinisi Indonesia sangat terkenal dengan kualitas yang mendunia dan diakui sebagai warisan peninggalan bersejarah oleh UNESCO. Saat ini, banyak kapal pinisi yang digunakan sebagai pariwisata bahari dan menyelam seperti yang ada di Maluku, Labuan Bajo, dan Raja Ampat.Ukuran kapal memiliki kapasitas tertentu yang terbatas sehingga memungkinkan untuk melakukan wisata dan menghindari banyak orang. Ditambah dengan protokol kesehatan yang wajib dilakukan, salah satunya dengan melakukan tes covid-19 untuk memastikan kesehatan dan keamanan para peserta dan awak kapal. Sebagian besar kapal liveaboard sudah beradaptasi dan mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Saat memasuki kapal, peserta wajib untuk di cek suhu tubuh dan menggunakan hand sanitizer. Pengecekan suhu tubuh ini juga akan dilakukan setiap hari selama perjalanan. Di seluruh area kapal disiapkan hand sanitizer dan diterapkan physical distancing.Waktu perjalanan liveaboard juga bervariasi, dari yang tiga hari dua malam hingga tujuh hari enam malam. Pada hari pertama perjalanan, peserta yang baru sampai akan dijemput di bandara atau hotel untuk kemudian menuju ke pelabuhan. Peserta dapat langsung menaiki kapal dan perjalanan pun dimulai. Perjalanan dilakukan dari hari pertama menuju destinasi sesuai schedule. Untuk peserta liveaboard diving, dive pertama atau check dive akan dilakukan pada hari ini. Hal ini untuk memastikan peralatan yang digunakan berfungsi dengan baik dan apabila ada yang perlu disesuaikan bisa langsung dilakukan. Selain itu, dive guide atau dive master dapat mengkaji peserta agar dapat dikelompokan di grup yang sesuai.Pada hari kedua kapal sudah sampai pada destinasi pertama yang ingin dituju. Pihak operator biasanya sudah memiliki jadwal destinasi dan kegiatan yang akan dilakukan sepanjang trip. Bagi peserta yang tidak menyelam, wisata akan diisi dengan kegiatan seperti snorkeling dan trekking ke pulau terdekat dimana peserta dapat berfoto-foto dan menikmati pemandangan alam yang asri. Untuk peserta diving, kegiatan sehari-hari meliputi kegiatan menyelam yang dimulai dari pagi hari. Cemilan pagi disediakan sebelum dive pertama yang dimulai sekitar pukul 8. Setelah selesai dive pertama, sarapan pagi baru disediakan. Dalam sehari biasanya ada tiga sampai empat kali dive, termasuk night dive, yang berjarak 1-2 jam dari dive sebelumnya.Fasilitas kapal liveaboard sangat beragam. Tergantung dari budget yang dipilih, semakin mahal harga paketnya biasanya semakin lengkap fasilitas yang disediakan. Namun, fasilitas standar yang sudah baik termasuk kamar dengan AC, fasilitas kamar mandi dengan air hangat, makan dan minum selama perjalanan, dan aktivitas laut yang dapat dilakukan selama perjalanan. Jangan khawatir dengan makanan yang disediakan, bermacam-macam dan jumlahnya cukup untuk semua peserta. Jika ada permintaan khusus untuk makanan pun dapat Anda sampaikan sebelum keberangkatan.Jika Anda tertarik untuk melakukan trip dengan kapal liveaboard, pastikan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Cek dengan pihak operator mengenai fasilitas yang termasuk dalam harga paket dan juga kelengkapan apa saja yang perlu disiapkan sebelum hari keberangkatan.Pemesanan paket liveaboard dapat dilakukan online dengan langsung menghubungi operator kapal yang diinginkan atau melalui website agen pariwisata bahari, seperti yang ditawarkan oleh Indonesea di website www.indonesea.id. Pastikan Anda melakukan pemesanan dengan agen terpercaya dan memiliki sistem pembayaran yang aman. Jangan ragu untuk menghubungi agen untuk memastikan paket yang Anda pilih sudah sesuai dengan keinginan. Selamat menikmati perjalanan Anda. Safe travel!

BERITA TERKAIT
BACA JUGA