Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 14 Apr 2020 09:15 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Mengenal Kota Sampit

Tedi Permana
d'Traveler
Tugu Perdamaian Sampit
Tugu Perdamaian Sampit
Taman Miniatur Budaya Sampit
Taman Miniatur Budaya Sampit
Tepian Sungai Mentaya
Tepian Sungai Mentaya
Kuliner khas Sampit
Kuliner khas Sampit
Tugu Jelawat
Tugu Jelawat
detikTravel Community - Kota Sampit punya sejarah yang panjangnya. Mulai dari kisah Kerajaan Sungai Sampit hingga konflik, daerah itu kini semakin maju dan menarik untuk dikunjungi.Berkunjung ke Sampit tak lengkap rasanya jika tidak singgah ke Islamic Centre, Taman Miniatur Budaya dan Tugu Perdamaian. Tugu ini dibangun sebagai komitmen dari semua elemen Masyarakat Sampit untuk menjaga perdamaian setelah terjadinya konflik antar etnis pada tahun 2001.Tugu yang berada di bundaran jalan Jenderal Sudirman berhadapan dengan Islamic Center Sampit atau masjid Agung Wahyu Al Hadi. Awalnya tugu perdamaian Sampit ini disimbolkan dengan monumen kayu dengan ukiran khas Dayak. Namun kini telah dipercantik dengan monumen beton tanpa merobohkan monumen kayu yang sudah ada sebelumnya.Tak jauh dari tugu perdamaian terdapat Taman Miniatur Budaya etnis yang ada di kota Sampit. Tak ada salahnya jika singgah sejenak ke taman ini untuk melihat rumah Betang. Di Taman Miniatur Budaya ini dapat dilihat tiga balai keramat yang menurut kepercayaan Suku Dayak berfungsi sebagai tempat persembahan kepada roh leluhur yang menjaga Sampit dari berbagai penjuru.Untuk mencicipi kuliner khas Sampit, traveler dapat menuju jalan Usman Harun yang terletak di tepian Sungai Mentaya. Di sini terdapat beberapa rumah makan yang menawarkan berbagai keunikan hidangan, pengolahan, penyajian hingga tempat untuk menyantap hidangan.Salah satu keunikannya adalah dapat menyewa perahu untuk menyusuri Sungai Mentaya sambil menyantap hidangan yang pesan sebelumnya. Sensasi yang sangat menarik tentunya. Menu hidangannya pun beragam, mulai dari hidangan umum hingga hidangan khas seperti batuup iwak jelawat sejenis pindang, gangan iwak lais, gangan cumi, oseng umbut pekat atau rotan muda, oseng kelakai atau pakis haji dan sebakul nasi tentunya.Dan satu lagi tugu ikonik Kota Sampit adalah Jelawat yang terletak di dekat dermaga pelabuhan kapal ferry. Tugu yang diresmikan pada tanggal 21 Februari 2015 ini terinspirasi oleh ikan jelawat yang banyak terdapat di Sungai Mentaya. Dari tugu jelawat traveler dapat melihat berbagai aktifitas pelayaran ferry, tongkang maupun sampan warga milik warga di sungai Mentaya.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA