Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 05 Mei 2020 12:51 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Jatuh Cinta Pada Pandangan Pertama kepada Tanah Humba

Cassandra Angela
d'Traveler
Pemandangan Sumba dari jendela pesawat
Pemandangan Sumba dari jendela pesawat
Pantai Walakiri hari pertama
Pantai Walakiri hari pertama
Pantai Walakiri hari kedua
Pantai Walakiri hari kedua
Pemandangan selama perjalan di Sumba Timur
Pemandangan selama perjalan di Sumba Timur
Bukit Warinding
Bukit Warinding
detikTravel Community - Keelokan Tanah Humba atau dikenal dengan Sumba membuat langsung jatuh cinta. Berharapa da kesempatan untuk bisa kembali. Sumba sudah cukup lama masuk bucket list saya. Perjalanan ini terealisasikan belum lama. Perjalanan dipersiapkan dalam waktu singkat serta tidak ada itinerary. Yang penting berangkat lebih dulu. Siapa sangka, perjalanan amat menyenangkan dan mengensankan. Perjalanan dimulai dari Jakarta pada tanggal 23 Desember 2019. Transit sebentar di Bali, kemudian melanjutkan perjalanan ke Bandar Udara Umbu Mehang Kunda di Kota Waingapu, Sumba Timur. Selama berada di Sumba Timur, perjalanan dilakukan dengan menggunakan motor yang disewa dari penginapan. Kondisi jalanan di Waingapu bisa dibilang masih cukup sepi dan tidak nampak banyak turis pada saat itu.Baca Juga: Batu Lepe, Ikon Wisata Baru di Perbatasan Indonesia1. Pantai Walakiri Tujuan spontan pada saat itu adalah menikmati sunset di Pantai Walakiri. Pantai ini merupakan salah satu tempat yang wajib dikunjungi saat berada di Waingapu. Sesampainya di Pantai Walakiri, saya dan teman saya langsung mengabadikan momen dengan pemandangan pohon bakau atau sering disebut dengan pohon menari. Puas berfoto, kami bersantai di sana. Di hari lain, kami juga menikmati sunset di pantai ini. Saya bersyukur, sunset di Pantai Walakiri makin indah setiap harinya. Perpaduan warna ungu dan oranye di langit yang terpantul di air benar-benar indah. Bisa dibilang ini adalah salah satu moment sunset terbaik saya. 2. Air Terjun Waimarang Hari kedua di Sumba, kami memutuskan untuk pergi ke Air Terjun Waimarang. Waktu tempuh dari penginapan yang berada di tengah kota sekitar dua jam. Begitu sampai, kami ditemani oleh seorang anak yang ternyata adalah yang membuka jalur menuju air terjun ini. Namanya, Erik. Erik menemani kami trekking menuju lokasi air terjun. Kami berjalan selama 15-20 menit. Air Terjun Waimarang ini masih sangat bersih dan airnya bewarna biru kehijauan. Selain bisa dinikmati dengan berenang, traveler bisa melakukan aktivitas seru lain, seperti meloncat dari atas air terjun.Kami menghabiskan waktu beberapa jam di Air Terjun Waimarang. 3. Bukit Warinding Bukit Warinding bewarna kecoklatan saat musim kemarau, tapi ketika saya datag bukit itu berkelir hijau segar. Saya berkunjung pada musim penghujan.Kami menikmati waktu bercakap dengan bocah-bocah lokal yang tinggal di sekitaran Bukit Warinding, yang ada di Suma Sumba Barat Daya. Baca Juga: Tak Hanya Jakarta, Ada Juga Tur Virtual Jelajah Indonesia & Dunia4. Danau WeekuriDanau Weekuri merupakan danau yang cukup unik karena airnya merupakan campuran air asin dan payau. Gradasi warna di danau ini adalah campuran warna biru cerah dan biru kehijauan. Berenang pada saat siang hari di danau ini terasa begitu menyegarkan. Meski demikian, tetap harus berhati-hati dengan bulu babi yang berada di danau ini. Selain menghabiskan waktu untuk berenang, kami juga menghabiskan waktu dengan bermain dan berbincang dengan anak-anak di danau ini. Mereka terlihat begitu senang menunjukkan kepada kami loncat dari atas semacam jembatan ke danau. Saya ingat betul bagaimana anak-anak ini bisa dengan begitu senangnya menikmati waktu mereka meski dalam kesederhanaan. Salah seorang anak mengatakan ia ingin sekali suatu saat bisa berkunjung dan melihat Jakarta. Itu membuat saya tersentuh dan kembali diingatkan untuk bersyukur karena bisa bertemu dengan mereka.***Hanya dalam waktu tiga hari, Sumba bisa memberikan saya banyak rasa dan kesan yang begitu mendalam. Semua lokasi yang saya kunjungi di Sumba pun masih bersih dari sampah. Ini merupakan salah satu alasan mengapa saya begitu menikmati Sumba. Warga yang begitu ramah, keindahan alam dan kebersihannya. Menurut saya, Sumba adalah tempat yang effortless beauty. Saya harap semua yang berkunjung akan tetap menjaga kebersihan tempat ini agar Sumba dapat terus kita nikmati bersama keindahannya. Semoga segera ada kesempatan mengunjungi Tanah Humba lagi, dalam waktu dekat ataupun di kemudian hari.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA