Belajar Mendaki Gunung? Begini Caranya
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Belajar Mendaki Gunung? Begini Caranya

Clara Agustin N - detikTravel
Kamis, 04 Mei 2017 13:32 WIB
loading...
Clara Agustin N
Pemandangan di atas Gunung Munara
Salah satu jalur
Puncak yang berkabut
Kabutnya yang semakin tebal
Spot foto yang asyik
Belajar Mendaki Gunung? Begini Caranya
Belajar Mendaki Gunung? Begini Caranya
Belajar Mendaki Gunung? Begini Caranya
Belajar Mendaki Gunung? Begini Caranya
Belajar Mendaki Gunung? Begini Caranya
Jakarta - Traveler berkeinginan menjajal petualangan baru dengan mendaki gunung? Kali ini, pembaca detikTravel membagikan pengalamannya saat pertama kali mendaki gunung dan itu one day trip.Berawal naik gunung bersama Ainur, Wawan, Rizky dan Bayu, kami belajar menjelajah alam liar. Aku mengajak teman aku Sheila mendaki Gunung karena DP (display pitcure) Sheila itu tentang gunung.Β Terbesit keinganan aku untuk mengajakannya latihan mendaki Gunung bersama. Rencana itu baru terlaksana pada tanggal 20 September 2015 ke Gunung Munara. Jangan salah mengira walaupun gunung kecil, treking menuju puncak sangatlah terjal.Persipaan sudah siap dan waktunya untuk menuju basecamp Munara. Kami ke sana hanya mengandalkan angkutan umum. Kami sama sekali tidak mengetahui tempat tersebut dan hanya mengandalkan bertanya kepada orang.Perjalanan menuju Munara itu di lanjutkan dengan melewati pemukiman warga kira-kira 1 kilometer. Beberapa meter sebelum pintu masuk, kanan kiri ada pemakaman umum. Perjalanan menuju Munara agak seram dan jalan yang kami lalui sangat sepi. Tibalah kami di pintu masuk Munara, kami mendaftar dan membayar Simaksi (Surat Ijin Masuk Situs).Setelah melewati pintu masuk kami melihat kanan kiri warung makan jadi jangan khawatir jika belum sarapan atau makan siang. Kami makan siang terlebih dahulu di salah satu warung, sekitar warung kami melihat rombongan pendaki sehabis bermalam di sana.Memasuki kawasan Munara, warga meminta sumbangan untuk perbaikan jalan. Mungkin saja ini semacam pungli (pungutan liar). Kami berjalan di jalanan setapak. Gunung Munara walaupun itu Gunung kecil lebih tepatnya seperti bukit. Di dalam perjalanan kami bersenda gurau dan banyak pendaki yang memberikan aku semangat.Tibalah kami di Puncak satu, kami duduk-duduk di sebuah warung dan kami bertemu dengan beberapa pendaki yang ingin membersihkan Munara dari sampah. Salah satu dari pendaki yang menarik kami adalah seorang anak kecil yang berani bernama Annisa. Ibunya bercerita bahwa Annisa itu sudah menaiki Gunung Rinjani.Entah mengapa aku jadi semangat untuk lebih banyak mendaki gunung, kata Ibu itu, jika ingin ke puncak lebih baik ke Puncak 2. Karena ke puncak pertama itu harus memakai webbing dan harus mengantre ditambah pemandangannya tidak terlalu bagus. Memang, di Munara itu lebih cocok untuk climbing karena banyak batuan besar.Perjalanan dilanjutkan ke puncak dua Munara. Di sana kami melihat pemandangan yang sangat indah walaupun di tutupi kabut yang tipis. Kami terkejut melihat sampah yang berserakan di mana-mana. Di sana ada warung dan tempat sampah tapi para pendaki yang ada di gunung itu belum sadar akan kebersihan Gunung.Β Ada satu kejadian yang muat aku merinding dibuatnya yaitu ada seorang pemuda jatuh terguling-guling di depanku. Aku membayangkan jika pemuda itu jatuh tidak di tahan oleh pohon besar, batu yang dibawahnya siap menyambut dan entahlah apa yang terluka dia masih hidup ataupun meninggal di tempat. Pemuda itu turun dengan cara berlari padahal trackingnya dengan sudut 45 derajat dan licin.Kami bercerita satu sama lain dan memperhatikan para pendaki yang menggunakan wedges dan berpakaian tidak pantas untuk naik gunung. Kami memang empat perempuan yang mendaki gunung tidak ada satu orang priapun yang mendampingi dan kami selalu ditanya sama pendaki yang lain, cowoknya ke mana neng? Β Aku hanya bisa tersenyum.Gunung Munara terletak di Desa Kampung Sawah, Rumpin Bogor. Letaknya tidak terlalu jauh dari Jakarta. Jika mau ke sana dari Jakarta bisa lewat Lebak Bulus - (Ciputat) Cirendeu - Pondok Cabe - Cinangka - Parung - Rumpin. Gunung Munara mempunyai ketinggian 1119 mdpl. Gunung ini identic dengan peziarah goa-goa, situs-situs, dan semacamnya. Maka tidak heran jika kalian ke Munara banyak para peziarah yang melakukan semedi, pemujaan, dan lain-lain.Gunung Munara memiliki tiga pos, tiga puncak, beberapa goa serta batu-batu besar yang memiliki kepercayaan sudah melekat di telinga masyarakat. Misalnya saja Batu Adzan dan Batu Quran. Konon, di batu tersebut pernah terdengar Adzan dikumandangkan oleh Sultan Hasanudin yang berdekatan dengan goa pertapaannya. Di sana pula ada petilasan yang konon disinggahi oleh Kabayan dan Bung Karno juga Soeharto bertapa di sana.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads