Karangan di Sulsel, Bagaikan Negeri di Atas Awan
Rabu, 07 Sep 2016 15:30 WIB
Pradikta Kusuma
Jakarta - Jelajah Sulawesi Selatan, traveler bisa datang ke Karangan. Kawasan itu berada di ketinggian dan menawarkan pemandangan serta suasana asri yang bisa bikin betah!Dari balik dinding dari papan-papan kayu sinar matahari mulai nampak dan masuk melalui celah-celah sempit. Sang pagi tak disambut meriah seperti orang-orang yang sedang memburu pagi di puncak gunung. Kawan-kawan yang berada di sekitar saya masih terlelap di dalam dekapan hangat sleeping bag. Saya coba keluar dari dekapan hangat sleeping bag sambil sedikit menahan suhu dingin di awal pagi itu. Melongok keluar nampak sisa hujan semalam masih membekas menyisakan udara segar yang nyaman dihirup. Barisan bukit bukit tampak diam membisu, terselimut halimun di puncak puncaknya. Dari dalam terdengar suara “Ambe Simen” sang pemilik rumah panggung yang memulai melakukan aktivitasnya. Sembari menyandarkan kepala di dinding papan rumah panggung ini aku mencoba menikmati semua yang ada di depan mata. Barisan bukit nampak berlapis-lapis menyapa pagiku yang indah di pedalaman Pulau Sulawesi, di dusun mungil nan cantik bernama Karangan.Dari rumah Ambe Simen saya dapat melihat keseluruhan Desa Karangan dari ketinggian, karena memang rumah ini berada di posisi paling atas sehingga jelas sekali deretan rumah rumah panggung di bawah sana. Desa Karangan terletak di Kabupaten Enrekang dan masuk provinsi Sulawesi Selatan.Tak ada geliat yang berarti pagi itu di Dusun Karangan, tak terlihat penduduk beraktivitas atau kendaraan yang berlalu lalang, mungkin karena jumlah penduduknya yang sedikit atau mungkin juga karena hari ini bukan hari pasar, hari di mana para penduduk Karangan biasanya turun gunung untuk membawa hasil bumi mereka ke pasar terdekat di kecamatan di Baraka. Komoditas utama dari penduduk Karangan adalah Biji Kopi berjenis robusta. Kopi jenis robusta akan sangat bagus tumbuh dengan ketinggian di atas 800 mdpl. Dan jika kalian adalah pecinta kopi, maka kalian pasti akan tahu tentang kopi Toraja bukan? Ya kopi Toraja yang terkenal itu sebenarnya paling banyak berasal dari Enrekang dan sebagian besar berasal dari kawasan Karangan ini.Sedikit mengamati bentuk kopi yang tumbuh berderet di belakang rumah sambil membayangkan nantinya biji-biji kecil kopi itu akan melalui proses yang rumit hingga sampai ke kedai kopi dan bisa dinikmati oleh para pecinta minuman hitam ini. Untuk menuju Karangan bisa dikatakan tak mudah. Sisa hujan yang turun pun semakin membuat jalur menuju Desa Karangan menjadi semakin liar. Jalur meliuk-liuk melewati bibir jurang yang sangat dalam di sebelah kanan. Dengan laju konstan, mobil Toyota Land Rover tua yang saya tumpangi pun melaju dengan mantap.Di balik keindahan dan kekayaan alam di Desa Karangan tersimpan secuil kisah dari perjuangan hidup para penduduknya. Dari sini, dari jalan yang berlumpur ini saya sedikit bisa merasakan apa yang mereka jalani sehari-hari. Setiap hari mereka harus bertempur dengan jalur yang luar biasa. Bukan konteks luar biasa karena pemandangan alamnya namun luar biasa karena kerusakannya. Namun apa daya hanya ini jalur satu satunya untuk mereka.Yang tua menyambung hidup dengan membawa hasil kopi dan sayuran ke pasar terdekat dan yang muda meniti langkah menuntut ilmu ke sekolah yang berpuluh puluh kilo jauhnya. Dari jalur ini mereka pergi dari jalur ini juga mereka akan kembali. Entah kenapa seiring dengan lajunya pembangunan di kota kota besar, sepertinya belum diiringi dengan pembangungan di desa-desa terpencil seperti Karangan. Beribu alasan pastinya, namun potensi yang dimiliki Desa Karangan ini sepatutnya tak bisa dianggap sebelah mata.Ini baru di Sulawesi Selatan yang notabene belum begitu jauh dari kota terbesar Indonesia Timur yaitu Makassar. Belum lagi di sana, di Nusa Tenggara, Maluku, Papua dan lainnya, ahh sudahlah… Begitu besar tugas para pemangku Negara saat ini yang benar benar memikirkan tanah airnya untuk sekedar lebih maju demi kesejahteraan rakyatnya. Dan di balik semua itu pasti nanti saya akan merindukan tempat ini, desa cantik dengan kesederhanaan dan keramahan para penduduknya.











































Komentar Terbanyak
Bandara Supadio Kacau, Penumpang Gelar Demo dan Nginap Masal
Jembatan Cirahong Bersolek, Cagar Budaya Peninggalan 1893 Kembali Dipercantik
Wisatawan Jepang Jadi Wisatawan Paling Sopan di Dunia, AS Paling Royal