Diintai Sejarah di Kota Baku, Azerbaijan

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Diintai Sejarah di Kota Baku, Azerbaijan

Astrid Septriana - detikTravel
Rabu, 22 Jun 2016 11:50 WIB
loading...
Astrid Septriana
Icheri sheher
Toko suvenir di Kota Tua Baku
Istana Shirvanshah
Sudut Kota Tua Baku
Baku saat malam hari
Diintai Sejarah di Kota Baku, Azerbaijan
Diintai Sejarah di Kota Baku, Azerbaijan
Diintai Sejarah di Kota Baku, Azerbaijan
Diintai Sejarah di Kota Baku, Azerbaijan
Diintai Sejarah di Kota Baku, Azerbaijan
Jakarta - Modernitas yang bersanding dengan kekunoan adalah identitas ibu kota Baku kini. Jika traveler ingin melihat sisi kuno Baku, datanglah ke kota tua Icheri Seher.Baku atau dalam bahasa Azerbaijan disebut Baki, adalah ibukota negara Azerbaijan. Nama Baku sendiri diambil dari bahasa Persia kuno, Badkube, yang artinya 'deburan angin'. Kota seluas 2.130 km persegi ini dihuni oleh sekitar 2.122.300 penduduk.Kota Baku dikenal kaya akan peninggalan sejarah dan peradaban manusianya. Hidup di mutiara laut Kaspia ini bak hidup di dua dunia, karena seolah masa lalu dan masa depan hidup berdampingan. Di sini Anda dapat dengan mudah melihat rumah hunian yang besar dengan gaya Tsar Rusia, Ottoman Turki, Persia dan Arab Islam. Juga terdapat sebuah kota tua berbenteng kokoh, lengkap dengan jalanannya yang berbatu dengan gang-gang sempit dan tidak simetris, bangunan kuno dan situs sejarah yang menarik.Namun di sisi lain, dengan pesatnya perkembangan pembangunan di kota ini, Anda dapat melihat bagaimana bangunan bergaya modern dan futuristik berdiri tegak di jantung kota Baku. Tapi di antara dua kontras ini, ada satu yang dapat merangkum Baku. Yakni kota ini indah baik di siang hari maupun di malam hari.Kali ini saya tak sabar menceritakan bagaimana keseharian kami yang tinggal di Baku. Karena kami di sini seolah diintai oleh sejarah tua dari kota ini. Berbeda dengan Jakarta, di mana Kota Tua juga ada dan kini (senangnya) juga sudah mulai jadi pilihan untuk berwisata, baik oleh warga Jakarta sendiri, wisatawan lokal hingga wisatawan asing. Nah di Baku, kota tuanya itu berada tepat di nadi kota. Jadi akan sulit untuk tidak mengindahkan bagian 'keramat' dari kota ini. Apalagi kota ini terbilang mungil, terutama bagi saya yang tumbuh besar di Jakarta. Wilayah kota tua di Baku disebut dengan Icheri sheher. Old city ini merupakan inti sejarah yang ada di kota Baku, kota tua ini sudah dibangun pada abad ke 11-12. Pada tahun 2000, Old City menjadi lokasi pertama di Azerbaijan yang dinobatkan oleh UNESCO menjadi World Heritage Site. Sangat mudah untuk mengetahui mana saja wilayah Old City di kota ini. Kompleks Old City ini memiliki jalanan yangΒ  berbatu dengan kondisi bangunan tua nan cantik. Sisi antik dari Baku ini memiliki beberapa tempat yang pantas Anda kunjungi. Di tempatΒ  bersejarah ini Anda dapat mengunjungi beberapa situs bersejarah seperti Maiden’s Tower, Castle Synyk Gala, Shirvanshah Palace, Caravan Saray, Juma Mosque dan masih banyak lagi. Selain itu juga terdapat beberapa kedai teh (karena orang Azerbaijan itu lebih banyak mengonsumsi teh dibandingkan dengan kopi), restoran yang menjual makanan khas Azerbaijan, art shop, antique shop hingga kedai sisha. Yuk kita kenali lebih jauh beberapa situs di Old City!Pertama ada Maiden’s Tower yang berdiri pada Abad 8 BC, disebut juga sebagai Giz Galasi. Benteng 3 lantai ini memiliki kedalaman ke bawah hingga 15 meter dan memiliki ketinggian 30 meter di atas permukaan tanah. Di atas puncak menara ini, Anda dapat menikmati pemandangan kota Baku dan Laut Kaspia yang memikat, ditambah terpaan angin kencang khas kota Baku. Anda akan benar-benar merasa berada di City of the Winds. Maiden’s Tower merupakan salah satu ikon utama di Baku. Menara pengawas ini juga disebut sebagai Menara Perawan. Konon, menurut sejarah, seorang puteri perawan dari penguasa di sini, bunuh diri dengan menerjunkan tubuhnya dari puncak menara ini untuk melarikan diri dari pengurungan. Kemudian ada Istana Shirvanshah yang dibangun pada abad ke 12 oleh penguasa dari Dinasti Shirvanshah, Sultan Ibrahim I. Ketika sang penguasa tadi memindahkan ibu kota pemerintahannya dari Shemakha ke Baku akibat terjadinya gempa bumi. Pembangunan istana ini sekaligus menjadi momen yang tepat untuk merenovasi Maiden’s Tower yang sudah ada sebelumnya. Terdapat lima bangunan di dalam istana ini, dimulai dari bangunan utamanya, Divankhana, Mauloseum, Masjid, Tempat Mandi Istana. Di istana ini juga terdapat beberapa makam. Kini untuk Anda yang berkesempatan berkunjung ke Istana Shirvanshah, Anda dapat masuk melalui Jembatan Murad dan akan melihat beberapa toko suvenir. Jangan lupa untuk menawar harga yang sudah ditentukan oleh pedagang, bilang saja 'sok endirim' yang artinya meminta potongan harga. Lalu ada Fountain Square sebagai sebuah ruang terbuka publik yang berada paralel dengan kompleks kota tua. Tempat ini dipenuhi dengan pertokoan, butik, kedai shisa, restoran, hingga pub untuk kehidupan malam. Tempat ini biasa dijadikan lokasi untuk pertemuan kasual bersama teman atau untuk menghabiskan akhir pekan bersama. Fountain Square dimulai dari Istiglaliyyat Street hingga ke Nizami Street dan berbatasan dengan dinding kawasan Icheri Sheher. Fountain Square juga disebut sebagai Torgovaya Street yang paralel dengan Baku Boulevard, tempat di mana terdapat butik-butik high fashion terpampang di muka jalannya. Masih di dalam wilayah Fountain Square ini terdapat beberapa taman yang menarik untuk keluarga, juga teater bernama Carmen (Opera Ve Balet Teatri).Bagi saya sendiri yang melihat dari kacamata seorang Indonesia, jujur saya kagum dengan bagaimana orang-orang Azerbaijan ini dapat dekat dengan sejarahnya. Seolah interaksinya dengan kekunoan kotanya tak ada jarak dan menjadi bagian dari keseharian mereka.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads