Tangkuban Perahu, Gunung Cantik Untuk Liburan di Bandung
Kamis, 06 Mar 2014 17:05 WIB
Fajr Muchtar
Jakarta - Gunung Tangkuban Perahu adalah destinasi favorit untuk akhir pekan di Bandung. Walaupun gas belerang di gunung ini bisa berbahaya, Tangkuban Perahu tetap cantik untuk dikunjungi wisatawan. Nikmati suasana sejuk dan hijau!Setelah mendapat undangan lokakarya dari Badan Vulkanologi Bandung, maka pada tanggal 2 September 2013 pagi, saya dapat menjejakkan kaki lagi di gerbang Tangkuban Perahu. Hari masihlah cukup pagi, masih cukup dingin untuk melepaskan Jaket yang masih setia membekap badan ini. Sinar matahari pagi menerobos dedaunan di area loket, seakan mencoba mengusik ketenteraman pagi itu.Sampai di tempat parkir bus, memang belum ramai wisatawan yang mengunjungi kawasan wisata favorit ini. Setelah berganti kendaraan dari bus ke moda transportasi yang disebut wara wiri, sejenis kendaraan kecil khusus untuk sampai ke puncak gunung. Kendaraan inilah yang diperbolehkan untuk pulang pergi ke puncak. Bus hanya boleh sampai tempat parkir, sementara mobil pribadi boleh sampai ke puncak.Di sisi kiri dan kanan menuju puncak, saya disuguhi hijau pohon yang ditangkupi lumut dan tanaman paku-pakuan. Tak jarang bau belerang ikut menyengat penciuman, oleh karenanya disarankan untuk memakai masker.Pagi itu, setelah diantar mobil wara-wiri, sampailah di Puncak nan cantik Tangkuban Perahu. Langit biru cerah, udara sedang bersih. Cocok untuk mengabadikan beberapa kerabat di Tangkuban Perahu.Salah satu keunikan Gunung Tangkuban Perahu adalah adanya fasilitas kendaraan umum yang bisa sampai ke puncak. Tak banyak gunung berapi memiliki keunikan seperti itu. Oleh karena keunikan dan kecantikan Tangkuban Pearahu, beberapa ilmuwan asing jatuh jati padanya. Bahkan ingin dikubur di dekatnya. Sebut saja Junghuhn seorang seniman, peneliti, botanis, dokter, fotografer, pelukis, dan petualang, ingin sekali dikubur sambil menghadap ke Tangkuban Perahu.Salah seorang ilmuwan Belanda malah ingin dikremasi dan abunya dikuburkan di kawah Tangkuban Perahu. Abu ilmuwan ini akhirnya dikuburkan di Kawah Ratu.Gunung cantik ini juga unik dilihat dari bentuknya. Jika dilihat dari kota Bandung, maka akan terlihat seperti perahu yang terbalik. Bagi masyarakat Sunda, gunung ini ada kaitannya dengan legenda Sangkuriang dan Dayang Sumbi. Menurut para ahli, bentuk yang terlihat sekarang diciptakan oleh beberapa kali letusan sangat dahsyat yang memangkas bagian puncaknya.Letusan yang berkali-kali itu kemudian menciptakan kawah-kawah baru hingga hari ini. Kawah yang terkenal tentunya adalah Kawah Ratu, Kawah Upas dan Kawah Domas. Di Kawah Domas, pengunjung dapat merebus telur dari air panas yang muncul dari perut bumi. Selain itu juga, lumpur belerangnya dipercaya dapat menyembuhkan penyakit.Selain itu, masih ada beberapa kawah seperti Kawah Dedemit. Dinamakan seperti itu, karena seringkali ada pengunjung yang tiba-tiba pingsan dan bahkan mati ketika berkunjung ke Kawah Dedemit ini. Karena tidak kelihatan apa dan siapa penyebabnya, maka dikaitkanlah dengan keberadaan dedemit di kawah itu yang tak mau diganggu.Padahal menurut pakarnya, keadaan pingsan atau kematian itu disebabkan oleh uap beracun yang bisa muncul tiba-tiba dan tidak bisa dideteksi, yang kemudian terhirup oleh manusia sehingga menyebabkan kematian.Nah, itulah di balik kecantikan Tangkuban Perahu ini. Sebetulnya ada potensi bencana yang harus dicermati. Gunung ini masih merupakan gunung berapi aktif yang kapan saja bisa meletus. Demikian juga sebaran uap beracunnya yang susah untuk dideteksi oleh manusia. Untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan, maka gunung ini dipantau setiap waktu. Setiap pergerakannya selalu dicatat dan diteliti oleh para kuncen yang setia menungguinya.Bagi Anda yang ke Bandung, silahan kunjungi Gunung berapi ini dan tetap berhati-hati. Ikuti petunjuk pengamanan yang tepasang di sekitar kawah, dan nikmati keindahan panorama Gunung Tangkuban Perahu.











































Komentar Terbanyak
Viral Bule Inggris Menangis Lihat Sampah, Bukit Pergasingan Langsung Ditutup
Viral Sawah Bergaya Sabana di Prambanan, Petani Protes Lahan Jadi Tempat Bikin Konten
Gara-gara Protes Penerbangan Delay, Warga 62 Ditahan Polisi KLIA