Wisata Bahari
Nggak Rugi Liburan ke NTT, Banyak Pantai Keren!
Jumat, 13 Nov 2015 10:53 WIB
Muhammad Catur Nugraha
Jakarta - Traveler pecinta pantai sepertinya tak akan bosan saat liburan di NTT. Banyak sekali pantai cantik yang sudah populer ataupun masih tersembunyi, yang bisa traveler jelajahi.Di ujung Barat Indonesia ada Pulau Sabang di mana terdapat Tugu Nol Kilometer yang selalu menjadi perhatian traveler yang ke sana. Kalau di ujung utara terdapat Pulau Miangas yang berbatasan langsung dengan Filipina dan di ujung selatan ada Pulau Rote yang dikenal sebagai daerah asal alat musik Sasando.Berhubung saat itu saya sedang mendapatkan tugas di Kupang, tepatnya di area Pelabuhan, membuat saya berkeinginan menuju Pulau Rote. Namun kesibukan dengan pekerjaan menjadi kendala saat itu.Ketika di akhir tugas saya di Kupang sebelum kembali ke Jakarta saya mengambil cuti terlebih dahulu untuk berpetualang ke Pulau Rote. Hari itu saya menuju Rote bersama 2 orang teman yang juga tertarik ke sana.Untuk menuju Pulau Rote terdapat berbagai pilihan yaitu bisa dengan naik kapal ferry dari Pelabuhan Bolok. Bisa juga dengan naik kapal cepat dari Pelabuhan Tenau atau naik pesawat.Dengan pertimbangan efisiensi waktu dan biaya, maka kami putuskan saat menuju Rote menggunakan kapal cepat yang memakan waktu sekitar 1,5 jam. Ongkosnya Rp 160 ribu untuk kelas ekonomi sedangkan jika ingin kelas bisnis cukup menambah Rp 30 ribu saja.Perjalanan dimulai dari jam 08.30. Selama 1,5 jam kapal cepat ini melintasi Selat Rote dan sampailah kami di Pelabuhan Baβa Rote. Di dermaga sudah banyak sekali orang-orang yang menawarkan jasa transportasi mulai dari ojek, angkot dan mobil travel.Untuk kenyamanan kami pilih naik travel, ongkosnya memang jauh lebih mahal daripada angkot tapi lebih cepat dan nyaman. Dari Pelabuhan Baβa hingga Pantai Nemberala yang merupakan tujuan utama kami, ongkosnya RP 100 ribu per orangnya. Waktu yang ditempuh sekitar 1 jam perjalanan.Sampai di Nemberala hal yang pertama kali kami lakukan adalah mencari penginapan, di sekitar Pantai Nemberala banyak penginapan yang harganya mulai dari Rp 150 ribu hingga jutaan.Biasanya harga tersebut sudah termasuk makan 3 kali karena di Rote hingga saat ini masih susah ditemui warung makanan. Kami pun mendapatkan penginapan dengan harga terjangkau yaitu Ovabaluk Bungalow, sang pemilik menawarkan harga Rp 200 ribu per malamnya yang langsung kami setujui.Karena hari masih siang, kami ke Pantai Boβa yang letaknya sekitar 4 Km dari Pantai Nemberala. Sebelum sampai Boβa kami melihat pantai cantik di tepi jalan di mana banyak sekali rumput laut yang sedang dijemur, pantai itu namanya Oengaut.Lanjut lagi menuju Pantai Boβa, awalnya kami mengalami kesulitan untuk mencari pantai ini karena tidak ada plang penunjuk menuju lokasi. Namun berkat petunjuk dari warga, kami berhasil sampai di pantai yang menjadi lokasi favorit untuk berselancar ini.Menjelang malam, kami kembali ke Nemberala karena panorama Sunset di Pulau Rote paling asik jika dilihat dari sana. Saat air mulai pasang diikuti dengan matahari yang turun perlahan kembali ke peraduannya dan kemudian langit bersolek cantik dengan pesona warna kemerah-merahannya.Dua teman saya sepertinya sudah puas dengan perjalanan hari ini, tidak seperti saya yang masih ingin menjumpai keindahan di Rote. Keesokan paginya saya sendiri mencoba menelusuri pantai lainnya info pemilik penginapan. Katanya masih ada pantai cantik lainnya yaitu Pantai Tunggaoen dan Pantai Oeseli.Mencari pantai yang dituju saat di Pulau Rote memang sulit, tidak ada petunjuk arah sebagai informasi. Pantai Tunggaoen pun demikian. Saat melintas hanya berbekal insting saja ketika saya menjumpai pertigaan dengan jalan tanah yang sepertinya mengarah ke pantai.Saya ikuti jalan tersebut dan ternyata di ujung jalan ini adalah surga bernama Pantai Tunggaoen. Saya senang sekali berhasil menemukan pantai indah tersembunyi ini. Pantai Tunggaoen memiliki pasir putih dengan air laut berwarna biru dan hijau toska.Selain itu, terdapat batu karang besar menyerupai kodok yang ingin melompat. Puas mengambil gambar di sini, saya lanjutkan menuju tujuan akhir yaitu Pantai Oeseli. Letaknya jauh dari Nemberala, yakni sekitar 20 Km.Melewati jalan aspal, naik turun dan berkelok-kelok hingga sampailah saya diujung aspal tersebut dan berjumpa dengan permukiman warga yang masih sangat tradisional. Di sini terdapat beberapa rumah dengan dinding kayu dan beratapkan daun lontar.Ibu-ibu sedang sibuk menjemur rumput laut yang sudah di panen. Ketika saya tanya ke salah satu wanita tersebut, ternyata saya sudah berada di Oeseli! Kondisi pantai Oeseli tak kalah indah dengan pantai-pantai lainnya, pasir putih halus serta ombak yang relatif tenang dan masih terlihat sepi.Puas menjelajahi pantai-pantai cantik di pulau ujung selatan Indonesia, saya kembali ke penginapan lalu berkemas untuk menuju Kota Kupang. Beruntung saat itu terdapat jadwal penerbangan di sore hari, ongkosnya pun sama dengan kapal cepat.Ketika mengudara meninggalkan Pulau Rote ada rasa puas dan kebanggaan di dalam hati, karena telah mencapai salah satu dari titik ujung Indonesia. Dan tentunya hasrat untuk menjelajahi titik ujung lainnya semakin membara.












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah