Wisata Bahari
Pulau Menjangan, Satu Lagi 'Surga' di Bali
Jumat, 13 Nov 2015 14:42 WIB
Muhammad Catur Nugraha
Jakarta - Pesona Bali memang seakan tak ada habisnya. Selain punya Pantai Kuta yang begitu populer, ada Pulau Menjangan yang begitu indah untuk dieksplor. Berbagai aktifitas menarik juga bisa dilakukan di sini.Biasanya traveler selalu menjadikan Pantai Kuta, Sanur, Padang-padang, atau Pandawa yang sedang naik daun sebagai destinasi wajib di Bali.Tapi cobalah langkahkan kaki menuju bagian barat dari Pulau Bali, di sana terdapat Taman Nasional Bali Barat yang juga merupakan pintu masuk ke Pulau Menjangan.Perjalanan saya menuju Pulau Menjangan adalah serangkaian dari perjalanan saya mengelilingi Banyuwangi hingga Bali. Saat menuju Banyuwangi, saya memang sendiri. Namun ketika sampai di Stasiun Banyuwangi Baru, saya bertemu dengan sekelompok anak muda yang menuju ke Menjangan.Saya meminta ikut bergabung dan bersedia untuk sharing cost selama di perjalanan, mereka pun setuju. Komunikasi memang menjadi hal yang penting ketika berpetualang. Ke mana pun kaki melangkah, carilah teman, itu prinsip yang saya pegang.Dari Stasiun Banyuwangi Baru, kami melangkah menuju Pelabuhan Ketapang. Jalan terlihat sangat macet dan didominasi oleh bus-bus pariwisata karena memang saat itu adalah long weekend. Kami terus berjalan hingga ke loket pembelian tiket untuk menyeberang ke Pulau Bali menggunakan kapal ferry.Tiap orangnya dikenakan biaya Rp 7.500. Setelah masuk ke pelabuhan, kami langsung menuju kapal yang saat itu sedang berada di dermaga menunggu loading kendaraan dan penumpang. Tak perlu waktu lama, kapal telah terisi penuh dan siap berlayar.Setelah 30 menit, sampailah kami di Pulau Bali. Ini adalah ketiga kalinya saya menjejakkan kaki di pulau ini. Sebelum keluar dari Pelabuhan Gilimanuk kami diharuskan melewati pemeriksaan, di mana kami harus menunjukan KTP.Identitas kami semua lengkap sehingga bisa lolos dari pemeriksaan. Kami segera menemui sopir yang sedari tadi menunggu. Kami dibawa ke parkiran dan ada 2 mobil untuk mengantarkan kami ke Banyuwedang, salah satu meeting point jika mau ke Menjangan di wilayah Taman Nasional Bali Barat.Kami semua masuk ke dalam mobil dan sang sopir melajukan mobilnya ke arah jalan menuju Singaraja di utara Pulau Bali. Sekitar setengah jam perjalanan, kami sampai di Banyuwedang.Kami adalah para backpacker yang mencoba menjelajahi indahnya Indonesia dengan dana yang bisa ditekan sehemat mungkin. Pada saat di Banyuwedang, kami bermalam di sebuah pendopo yang biasa digunakan oleh kelompok nelayan Banyumandi.Karena hanya pendopo, maka tidak ada dinding sehingga angin pantai yang berhembus terasa sangat dingin dan banyak nyamuk. Pagi hari, para guide mulai berdatangan, Pelabuhan Banyuwedang kembali bernyawa. Kami pun berkemas untuk bersiap-siap menuju Pulau Menjangan.Tepat jam 8 ditemani oleh Bli Gede sebagai guide kami berlayar menuju Pulau Menjangan. Pemandangan saat berlayar sangat menakjubkan, salah satu yang menarik perhatian adalah siluet gunung berwarna biru. Ternyata itu adalah Gunung Raung, yang terkenal dengan tingkat kesulitan tertinggi di Jawa. Satu jam berlayar, sampailah kami di Pulau Menjangan. Kami segera menggunakan perlengkapan snorkeling, dengan menunggu aba-aba dari Bli Gede satu per satu dari kami mulai menceburkan diri ke dalam laut.Riak gelombang saat itu juga besar, tubuh saya tak kuasa melawannya. Naik turun, terombang-ambing oleh gelombang dan sering kali air laut tertelan. Namun, setelah mencoba beradaptasi dengan kondisi gelombang, saya mulai menikmati pemandangan bawah laut yang sangat menakjubkan.Banyak terumbu karang yang masih terjaga keadaannya serta ikan hias yang menari-nari di hadapan saya. Tapi snorkeling di Menjangan ini bagi saya cukup mengerikan karena setelah melihat terumbu karang, palung yang sangat dalam.Puas snorkeling di spot pertama, kami kembali ke perahu lalu menuju spot yang kedua. βspot ini masih ada palungnya, tapi palungnya mendinganβ kata Bli Gede. Puas snorkeling di spot kedua, Bli Gede membawa kami ke dermaga Pulau Menjangan. Kami sepakat sebelum kembali ke Banyuwedang untuk mengelilingi pulau ini namun sayang tidak semuanya bisa ikutan.Kami berjalan mengikuti jalan setapak yang telah tersedia. Pulau Menjangan memiliki beberapa pura. Karena kondisi kami sehabis snorkeling, masih basah dan takut mengganggu orang beribadah, kami hanya melihat dari luar saja.Di tengah pulau terdapat padang savana yang kala itu masih hijau. Jika beruntung kita bisa menjumpai menjangan atau kijang yang sedang mencari makan. Kami tidak lama jalan-jalan di pulau ini karena memang matahari sedang terik.Kami kembali ke perahu lalu kembali ke Banyuwedang. Memang saat kita berkunjung ke Menjangan melalui Bali ada batasan waktu berkunjung, kurang lebih 3 jam saja Jika tidak demikian, wisatawan akan menumpuk di meeting point entah itu di Pelabungan Pangkal Alang atau di Banyuwedang.Setelah snorkeling paling asik untuk mandi. Nah di Banyuwedang ini terdapat tempat untuk membilas badan yang asik yaitu air hangat dari sumber air panas sekitar."Air panasnya sudah dicampur dengan air biasa sehingga panasnya berkurang. Kalau nggak gitu, suhu panasnya mencapai 45 derajat Celcius" begitu kata bli Gede. Setelah mandi dan makan di sebuah kafe sebelah pendopo tempat tidur semalam, kami berkemas dan kembali menuju Pelabuhan Gilimanuk. Nantinya, di Banyuwangi kami masih terus menjelajah bersama. Destinasi indah lainnya pun sudah menanti untuk dikunjungi.












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Potret IKN Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata Berkelanjutan, Jadi Ibu Kota 2028