Terseret Masa Lalu di Angkor Wat, Kamboja
Senin, 30 Nov 2015 10:24 WIB
Kata Waktu
Jakarta - Salah satu tempat yang tak boleh dilewatkan saat melancong ke Kamboja adalah Angkor Wat. Menjelajah di sini, seakan terseret ke masa lalu!Angkor Wat adalah pusat dari segala peradaban kerajaan Khmer dan Angkor Thom adalah salah satu komplek yang berada di dalam istana Angkor yang maha luas. Angkor Thom sendiri memiliki luas sekitar 9 km persegi. Ada 4 bagian pintu masuk dengan para penjaga yang terdiri dari batu-batu besar yang dipahat dengan begitu cantik.Raja Jayawarman beragama Hindu Shiwa dan beliau membangun begitu banyak monumen yang indah di dalam komplek Angkor Thom. Beberapa di antaranya dikelilingi oleh danau sebagai irigasi dan sistem perlindungan dari musuh. Untuk berkeliling komplek maha luas ini, disarankan anda menggunakan moda transportasi becak khas kamboja yaitu tuk tuk. Satu tuk-tuk bisa berisi 4 orang dan sang pengemudi bisa membawa anda berkeliling kota kuno ini dalam waktu beberapa hari. Butuh waktu setidaknya 3 hari untuk mengelilingi komplek maha luas Angkor Wat dan Angkor Thom ini dengan luas 1.000 km persegi ini.Kami memasuki gerbang selatan yang dijaga oleh puluhan patung raksasa di kiri dan kanan jalan sambil menarik ular naga. Ketika memasuki gerbang kuno tersebut seakan dibawa kemasa lalu ketika kota kuno tersebut ramai didiami oleh penduduk Khmer. Kini beberapa di antaranya menjadi hutan belantara dengan pohon-pohon serta akarnya yang super besar.Udara yang sejuk di musim dingin bulan Januari yang lalu adalah waktu yang tepat berkunjung ke Kamboja. Sebuah candi raksasa sudah tepat berada di depan kami, tuk-tuk pun berhenti. Kami mulai memasuki candi tersebut yang mengalami keruntuhan beberapa di antaranya, sehingga para wisatawan harus berhati-hati agar tidak celaka.Bayangkan ratusan batu-batu granit besar berserakan di dalam candi yang begitu luas. Di dalamnya kita bisa melihat kamar-kamar serta ruang pemujaan untuk Dewa Shiwa. Tetapi ketika agama Buddha berkembang, patung Buddha pun diletakkan di candi ini. Duduklah sebentar, nikmati serta bayangkan bagaimana jaman dulu bangsa Khmer membangun candi megah ini yang didalamnya terdapat puluhan kamar dari batu-batu besar.Sungguh mengagumkan, ventilasi udara pun dibuat dengan baik sehingga udara segar bisa mengalir ke dalam. Kini akar-akar pohon yang sudah berumur ratusan tahun menjadi penghuni tetap candi tersebut.












































Komentar Terbanyak
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
Provinsi Jawa Barat Mau Ganti Nama Jadi Sunda, Budayawan Cirebon Tanya Urgensinya Apa?
PDIP Vs PSI Soal Jokowi Jalani Ritual Injak Kepala Kerbau di Lampung