Turki Punya Museum Unik di Dalam Gua
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Turki Punya Museum Unik di Dalam Gua

Kata Waktu - detikTravel
Rabu, 19 Agu 2015 10:50 WIB
loading...
Kata Waktu
Goreme Open Air Museum yang merupakan situs warisan dunia oleh UNESCO
Museumnya terdapat di dalam gua
Interior museum di dalam gua
Usahakan datang pada pagi hari
Mayoritas bangunan dibangun di dalam gua batu
Turki Punya Museum Unik di Dalam Gua
Turki Punya Museum Unik di Dalam Gua
Turki Punya Museum Unik di Dalam Gua
Turki Punya Museum Unik di Dalam Gua
Turki Punya Museum Unik di Dalam Gua
Jakarta - Cappadocia di Turki terkenal unik dan cukup populer di kalangan wisatawan. Salah satu yang sering dikunjungi turis adalah Goreme Open Air Museum. Traveler dapat melihat berbagai peninggalan indah dalam museum yang terdapat di dalam gua.Turki mempunyai 13 peradaban, mulai dari peradaban Yunani kuno sebelum masehi, peradaban Romawi, peradaban Kristen, hingga peradaban Islam di zaman Kekaisaran Ottoman.Cappadocia dulunya merupakan kawasan yang banyak dihuni oleh umat Kristen dan ditandai oleh banyaknya gereja zaman Byzantium dari abad ke-10, 11 dan 12 Masehi. Tiket masuk ke dalam museum ini yaitu 25 Lira Turki atau sekitar Rp 119 ribu.Lebih baik berkunjung di pagi hari, karena siang hari panasnya sangat menyengat dan cukup melelahkan. Di kawasan Goreme ini traveler dapat menyaksikan beberapa gereja, seperti Geraja Santa Barbara yang dihiasi oleh lukisan dinding berwarna merah. Lukisan dinding ini mengingatkan pada lukisan manusia purba di Gua Liang-liang, Sulawesi Selatan. Uniknya gereja ini dibuat di dalam tebing batuan basalt, batuan pegunungan kapur yang dipahat dan dibentuk dengan sangat sederhana sebagai gereja di zamannya. Beberapa lukisan menggambarkan kisah-kisah alkitab khas Byzantium.Gereja Emali atau Apel di dalamnya terdapat lukisan kehidupan Yesus, Nabi Ibrahim, dan tiga pemuda yahudi. Sementara di Gereja Ular, terdapat lukisan fresco di dinding gereja yang menggambarkan kisah pembunuhan ular oleh St. George dan St. Theodore.Salah satu gereja yang paling besar di sini yaitu Gereja Tokili Kilisi. Di dalamnya terdapat lukisan fresco berwarna biru indah yang menggambarkan Yesus bersama ke 12 rasulnya dan saat-saat terakhir ketika hendak disalibkan. Ada beberapa ruangan yang tidak boleh diabadikan dengan kamera, terutama dengan lampu blitz, karena akan membuat lukisan dinding (fresco) yang berusia ratusan hingga ribuan tahun pudar.Tetapi tetap saja para wisatawan asing tetap bandel, terutama wisatawan dari Korea dan China yang seenaknya saja foto pakai blitz atau kamera handphone sehingga ditegur oleh petugas museum. Dan yang paling penting ketika berada di dalam museum ini, jangan berisik dan corat-coret didinding.Di luar museum ada puluhan kios cinderamata yang sungguh menggoda niat belanja. Pemerintah turki juga mendirikan toko suvenir dengan harga yang terjangkau dan tentu saja original. Patut dicontoh oleh Indonesia.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads