Klenteng Sam Poo Kong, Saksi Persinggahan Cheng Ho di Semarang
Selasa, 25 Agu 2015 17:20 WIB
Anggi Agistia
Jakarta - Selain Lawang Sewu, Semarang juga punya Klenteng Sam Poo Kong yang legendaris. Dahulu klenteng tersebut merupakan lokasi persinggahan pertama laksamana Tiongkok Cheng Ho yang beragama Islam.Perjalanan di kota Semarang masih belum selesai. Setelah puas mengelilingi Lawang Sewu, sempat mampir ke Gua Kreo dan Waduk Jatibarang, Klenteng Sam Poo Kong jadi tujuan selanjutnya. Hari itu pengunjung ramai sekali. Saya memarkirkan kendaraan dan berjalan menuju tempat penjualan tiket masuk. Berbekal lima ribu rupiah, petugas tiket menukarnya dengan sebuah kertas, kemudian saya diizinkan masuk ke dalam lokasi Klenteng. Β Jadi, kunjungan ke Klenteng Sam Poo Kong kali ini semacam studi banding antara Klenteng Bangka dan Klenteng Semarang. Di Bangka juga sudah sering saya berkunjung ke Klenteng. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada orang-orang yang hendak beribadah, saya selalu penasaran dengan bagaimana cara setiap umat menyembah kepada Tuhan yang mereka percaya. Bagaimana setiap manusia mengungkapkan syukur atas nikmat yang dia terima selama di dunia dari Sang Pencipta dengan cara yang berbeda-beda. Komplek Klenteng Sam Poo Kong terdiri dari sejumlah anjungan, yaitu Klenteng Besar dan Gua Sam Po Kong, Klenteng Tho Tee Kong, dan beberapa tempat ibadah lainnya. Klenteng Besar dan gua merupakan bangunan yang paling penting dan merupakan pusat seluruh kegiatan ibadah katanya. Klenteng ini merupakan tempat persinggahan dan pendaratan pertama seorang Laksamana Tiongkok beragama Islam bernama Zheng He/Cheng Ho. Lokasinya sendiri berada di daerah Simongan, Semarang.Seperti klenteng pada umumnya, hampir keseluruhan bangunan bernuansa warna merah. Dari beberapa artikel yang saya baca sebelum pergi ke Semarang, disebutkan sejarah awal kelenteng ini berdiri. Di dalam klenteng juga ada semacam altar serta patung-patung yang disembah oleh umat Konghucu. Tiap tempat pemujaan mempunyai namanya tersendiri. Nah, karena tempat ini sebetulnya memang untuk ibadah, maka tidak semua orang boleh memasukinya. Saya juga cukup sadar diri sih kalau harus masuk-masuk ke dalam tempat ibadah cuma sebatas untuk foto-foto. Jika masuk ke Klenteng Sam Poo Kong dari pintu bagian utara, Anda akan melihat di sebelah kiri ada mushola untuk para pengunjung muslim di sini. Seharusnya ini yang dinamakan indahnya toleransi beragama di Indonesia, menurut saya. Harmonis dan berdampingan.












































Komentar Terbanyak
Bandara Husein Sastranegara Beroperasi Lagi, Kertajati Jadi Bengkel Pesawat
Prabowo Beri Lampu Hijau, Bandara Husein Sastranegara Mulai Bersolek
Jokowi Dapat Gelar Baginda Pemuka Bangsa dari Keraton Kagungan Lampung, Apa Maknanya?