Menengok Ladang Beras Merah di Bangka
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Menengok Ladang Beras Merah di Bangka

Lia Hafilya Gusnita - detikTravel
Jumat, 03 Apr 2015 10:56 WIB
loading...
Lia Hafilya Gusnita
Bujang labu dan kebun padi milik keluarganya
Saya dan Joe saat di kebun padi
Padi utan
Inilah kebun padi yang dimaksud
Bulir-bulir padi
Menengok Ladang Beras Merah di Bangka
Menengok Ladang Beras Merah di Bangka
Menengok Ladang Beras Merah di Bangka
Menengok Ladang Beras Merah di Bangka
Menengok Ladang Beras Merah di Bangka
Jakarta - Siapa sangka di Bangka ada juga sawah atau ladang. Bahkan di sini juga ada sawah penghasil beras merah yang seru di jelajahi. Yuk!Mungkin ada yang tidak tahu kalau Bangka Belitung salah satu penghasil beras, ada beras putih dan beras merah, dan kali ini saya akan membahas tentang beras merah dari Bangka. Mungkin sebagian orang masih jarang mendengar beras merah. Beras adalah bagian bulir padi (gabah) yang telah dipisah dari sekam. Mendengarnya saja jarang apalagi memakannya.Kebanyakan kita biasanya mengkonsumsi beras putih atau nasi putih. Saat panen padi, gabah ditumbuk denganΒ  lesung atau digiling sehingga bagian luarnya (kulit gabah) terlepas dari isinya. Bagian isi inilah, yang berwarna putih, kemerahan, ungu, atau bahkan hitam, yang disebut beras. Nasi adalah beras yang telah dimasak. Yang kata orang Indonesia kalau belum makan nasi artinya belum "makan".Di Pulau Bangka banyak Petani beras merah. Salah satu petani beras merah Di Pulau Bangka adalah orangtua salah satu temanku saat kuliah. Namanya Robain alias Joe yang tinggal Di Desa Labu, Kabupaten Bangka.Yang membuat saya heran sawah padi merah di sini bukannya seperti sawah yang dialiri air dan berpetak-petak seperti sawah-sawah lainnya,Β  tetapi sawahnya kering dan daunnya tumbuh seperti ilalang. Kata Joe warna sekitar Desa Labu menyebutnya Bukan Sawah, tetapi "Kebun Padi Utan" yang bila dibahasa indonesiakan artinya Kebun Padi Hutan. Aku pernah ke "kebun" padinya Joe, berfoto di tengah-tengah padang Padi milik orangtuanya. Bentuk bulir padi di sini sama seperti bulir-bulir padi lainnya. Yang membedakannya setelah bulir-bulir padi tersebut dipisahkan dari sekam bulir berasnya berwarna merah kehitaman. Masa tanamnya 4 bulan. Setelah 4 bulan bisa dipanen dan setahun sekali. Biasanya menanam bulan Oktober dan masa panen pada bulan Februari.Ada bermacam-macam Padi ada namanya Radin, Utan Antu, Balok Kemelen, Cerak madu, dan lainnya. Nama-nama tersebut adalah nama padi yang ditanam masyarakat Bangka, nama-nama Padi daerah. Maaf saya tidak bisa menyebutkan nama-nama ilmiah dari padi-padi tersebut, maklum bukan anak Pertanian.Setelah padi-padi tersebut dipanen dan dipisahkan dari sekam, berbentuklah beras yang berwarna merah. Biasanya orang Bangka menyebut beras merah dengan sebutan "Buk Mirah". Buk artinya beras dan Mirah artinya merah jadi kalau diartikan Ke Bahasa Indonesia artinya beras merah.Beras merah biasanya tidak dijual tetapi untuk makan sehari-hari, untuk persediaan selama satu tahun. Kalau di desa mereka jarang memasak beras putih. Mereka memasak beras merah dengan lauk ikan asin dan lempah darat alar keladi, sayur khas dari Pulau Bangka.Nasinya empuk, makan sedikit saja sudah kenyang, pokoknya yang belum pernah mencoba memakan nasi merah dari pulauku harus mencoba. Datanglah sekitar bulan Februari agar bisa menyaksikan atau ikut memanen beras merah atau bisa langsung membeli kepada petani sebagai oleh-oleh.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads