Viral! Rumah Kayu di Pinrang Bisa Pindah Tanpa Dibongkar

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Viral! Rumah Kayu di Pinrang Bisa Pindah Tanpa Dibongkar

Kholik - detikTravel
Senin, 05 Jan 2026 07:04 WIB
Tradisi Marakka Bola di Pinrang. Rumah raksasa pindah digotong ratusan warga desa.
Tradisi Marakka Bola di Pinrang. Rumah raksasa pindah digotong ratusan warga desa.
Anak anak jadi saksi kekompakan warga Maroneng angkat rumah kayu.
Ibu ibu siapkan kue donat saat tradisi Marakka Bola.
Lelah usai angkat rumah terbayar manisnya kebersamaan warga Maroneng.
Viral! Rumah Kayu di Pinrang Bisa Pindah Tanpa Dibongkar
Viral! Rumah Kayu di Pinrang Bisa Pindah Tanpa Dibongkar
Viral! Rumah Kayu di Pinrang Bisa Pindah Tanpa Dibongkar
Viral! Rumah Kayu di Pinrang Bisa Pindah Tanpa Dibongkar
Viral! Rumah Kayu di Pinrang Bisa Pindah Tanpa Dibongkar
Maroneng, Pinrang -

Hari Jumat yang biasanya identik dengan khutbah dan salam penutup, mendadak terasa lebih istimewa di Desa Maroneng, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang (2/1/2026).

Siang itu, pengeras suara masjid tidak hanya mengumandangkan ayat suci, tetapi juga sebuah pesan yang menggetarkan: panggilan solidaritas bagi seluruh warga untuk bergotong royong memindahkan rumah salah satu kerabat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tradisi unik ini dikenal sebagai Marakka' Bola (memindahkan rumah).

Sesaat setelah salam terakhir salat Jumat diucapkan, ratusan jamaah, masih lengkap dengan sarung dan kopiah tidak langsung pulang. Mereka berbondong-bondong menuju lokasi rumah panggung yang akan dipindahkan.

ADVERTISEMENT

Satu Komando, Ratusan Bahu

Pemandangan ini sungguh magis. Tanpa bayaran, ratusan pria menyatukan bahu di bawah balok kayu rumah. Dalam satu teriakan komando, rumah kayu yang berat itu terangkat, seolah melayang di atas lautan manusia yang bergerak serempak.

Di sisi lain, kaum ibu sudah bersiap. Jika dahulu tuan rumah identik menyuguhkan kopi hitam dan cendol segar sebagai pelepas dahaga para pengangkut, kini sajiannya lebih bervariasi dengan kue-kue tradisional hingga donat.

Meski menunya berubah seiring zaman, esensinya tetap sama ucapan terima kasih yang tulus.

Melawan Zaman Beton

Momen di awal tahun 2026 ini menjadi pengingat berharga. Tradisi gotong royong memindahkan rumah secara utuh kini makin langka. Di era di mana rumah panggung kayu perlahan digantikan bangunan beton permanen, semangat warga Maroneng membuktikan bahwa persatuan dan silaturahmi masih kokoh berdiri, sekuat tiang-tiang kayu yang mereka panggul bersama.

----

Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikTravel. Anda bisa mengirim cerita perjalanan Anda melalui tautan ini.

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads