Planet Lain? Bukan, Ini Taman Batu di Bandung
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Planet Lain? Bukan, Ini Taman Batu di Bandung

Derry Nurmansyah - detikTravel
Senin, 20 Apr 2015 14:10 WIB
loading...
Derry Nurmansyah
Pemandangan batu yang berserakan di atas gunung
Serpihan batu yang berserakan di atas gunung
Batu yang seolah-olah mengapit
Serpihan batu yang berserakan di atas gunung
Goa Pawon yang menjadi tempat tinggal manusia purba
Planet Lain? Bukan, Ini Taman Batu di Bandung
Planet Lain? Bukan, Ini Taman Batu di Bandung
Planet Lain? Bukan, Ini Taman Batu di Bandung
Planet Lain? Bukan, Ini Taman Batu di Bandung
Planet Lain? Bukan, Ini Taman Batu di Bandung
Jakarta - Siapa sangka di Bandung, Anda bisa berkunjung ke situs geologi bekas danau purba, sekaligus situs purbakala yang menyimpan kerangka nenek moyang orang Sunda. Ya, kunjungilah Taman Batu & Gua Pawon untuk memenuhi rasa penasaran.Bermula mendapatkan ajakan seorang teman di akhir pekan untuk pergi ke Bandung, saya lantas menjemput Alex menggunakan sepeda motor, lalu meluncur ke Sarinah sebagai titik temu tempat berkumpul. Cuaca malam itu sangat cerah. Seperti biasa, hiruk pikuk kehidupan kota Jakarta begitu sibuk menjelang akhir pekan, karena banyaknya orang dan kendaraan yang berlalu lalang.Tepat pukul 00.00 WIB, setelah semuanya berkumpul, kami berangkat menuju Bandung dengan menggunakan mobil Selly. Pukul 03.30 WIB, kami tiba di pelataran parkir Gua Pawon meskipun sebelumnya sempat tersasar menuju lokasi.Setelah bertanya kepada penduduk sekitar, kami tiba di lokasi dengan kondisi tubuh yang sangat lelah dan udara yang dingin menusuk tulang. Kami beristirahat di sebuah pos yang sangat besar untuk kemudian memesan indomie dan teh hangat di warung yang tak jauh dari tempat kami beristirahat.2 Jam berlalu sementara langit sudah membiru, kami segera trekking menuju Taman Batu yang berada di atas gunung dan tidak mau melewatkan momen sunrise. Kami jalan sedikit menanjak ke atas yang cukup menguras tenaga karena kurang tidur, kurang lebih 30 menit trekking kami tiba di pintu masuk areal Stone Garden.Untuk memasuki kawasan ini, para pengunjung dikenakan tarif tiket Rp 3.000/orang. Lalu berjalan ke atas lagi sekitar 5 menit. Tampak dari kejauhan terdapat barisan bebatuan yang bentuknya seperti terumbu karang yang berserakan di atas gunung seakan menyambut kedatangan kami dengan panorama yang sangat indah, sementara sang mentari mulai membiaskan cahayanya dari balik awan.Stone Garden merupakan hamparan luas taman batu yang tersusun indah secara alami. Jenis batu yang ada di areal ini berbeda dengan batu pada umumnya, tekstur batunya mirip dengan coral yang ada di laut. Berabad-abad yang lalu, kawasan ini merupakan sebuah Danau Bandung Purba pada zaman purbakala yang terangkat ke atas dikarenakan gempa yang sangat dahsyat. Panorama yang sangat indah terlihat setelah berada di lokasi ini.Puncak bukit Taman Batu berada di puncak Gunung Pawon, Kampung Girimulya Desa Gunung Masigit Kecamatan Cipatat Kabubaten Bandung Barat, Jawa Barat. Ketinggiaan puncaknya 908 mdpl. Luas hamparan geowisata ini adalah seluas 2 hektar. Selain akan menikmati batuan artistik indah, kami harus trekking menuju puncak sejauh 1,5 km. Meski melelahkan, kami sangat menikmati setiap lekuk areal ini. Bentuk batunya pun sangat beragam, ada yang seperti pintu gerbang, kerang, tugu dan lain-lainnya. Batu-batu tersebut terbentuk secara alami.Setelah puas menikmati areal Taman Batu, kami beristirahat di warung yang letaknya tidak begitu jauh dari loket pintu masuk. Tak lupa memesan teh hangat dan makan gorengan. Setelah itu, kami turun ke bawah melalui jalan setapak yang kami lalui sebelumnya untuk ke parkiran.Sesampainya di parkiran, beberapa teman ada yang menumpang mandi dan istirahat. Sementara saya, Ninuk, Nuren dan Henri berjalan ke Gua Pawon yang letaknya tidak begitu jauh dari parkiran dan tepat berada di bawah areal Taman Batu.Hanya membutuhkan trekking 5 menit dari lokasi parkiran, kami tiba di mulut Gua Pawon dengan aroma kotoran kelelawar yang menyengat. Gua ini ternyata menyimpan misteri kehidupan masa lalu. Di dalam gua itu ditemukan 20.250 tulang belulang, dan 4.050 serpihan batu yang diperkirakan berusia sekira 10 ribu tahun.Temuan tulang belulang serta serpihan batu di Gua Pawon berdasarkan perkiraan, berasal dari masa perlapisan budaya. Pada masa itu terjadi pelapisan tiga budaya, yaitu masa Mesolithikum, Preneolithikum, serta Neolithikum, yang masing-masing memiliki ciri khas tersendiri.Gua pawon terletak di Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, atau sekitar 25 km arah barat Kota Bandung. Gua Pawon ini berada di puncak bukit Pawon yang merupakan daerah penambangan batu kapur. Di Gua Pawon inilah ditemukan kerangka manusia berumur 9.500 tahun yang diasumsikan sebagai nenek moyang orang Sunda.Awal ditemukanya kerangka manusia Gua Pawon pada tahun 2003-2004, kemudian pada tahun 2013, Tim Observasi Balai Arkeologi Bandung, melakukan Ekskavasi lanjutan situs purbakala dan menemukan kerangka manusia berumur 9.500 tahun, serta menemukan sisa pembakaran berupa tanah terbakar, dan sisa-sisa budaya seperti obsidian dan fragmen tulang binatang.Kesan pertama masuk ke Gua Pawon itu aura mistik dan eksotik akan terasa. Gua Pawon ini memiliki ketinggian 601 Mdpl dan memiliki panjang 38 m, lebar 16 m. Di dalam gua terdapat rongga-rongga atau ruangan, serta dinding gua yang terbuka seperti jendela. Dari jendela tersebut, Kita bisa melihat pemandangan yang luar biasa, sawah yang menghampar luas serta pemukiman masyarakat.Sayangnya dinding dari Gua Pawon ini ditemukan coretan-coretan yang seharusnya ditulis di buku, bukan di dinding gua. Apalagi gua ini merupakan situs purbakala yang seharusnya dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat.Karena aroma kotoran kelelawar yang sangat menyengat dan tidak membawa masker, saya, Ninuk, Nuren dan Henri memutuskan untuk kembali ke lokasi parkiran. Sambil menunggu Selly dan Tole kembali dari Gua Pawon, saya merebahkan tubuh di posko tempat kami beristirahat, dan tampak beberapa pengunjung yang datang untuk menikmati panorama alam Goa Pawon dan Taman Batu yang terdapat di atas Gua Pawon.HOW TO GET THERE?Untuk mencapai lokasi ini, jika Anda dari Jakarta menggunakan mobil, jalur yang harus dilalui bisa melewati Tol Cipularang, lalu keluar tol Padalarang, kemudian belok kanan menuju ke arah Cianjur. Perjalanan dilanjutkan lurus terus ikuti jalan utama sampai melewati pusat oleh-oleh roti unyil, dari roti unyil terus melaju sampai melewati kawasan Tagog Apu. Perhatikan arah kanan jalan terdapat plang kecil berwarna hitam yang bertuliskan 'Menuju Kawasan Goa Pawon'.Di lokasi ini terdapat 2 pintu masuk, pintu masuk pertama terdapat sebuah plang kecil yang bertuliskan 'Menuju Kawasan Goa Pawon', berwarna hitam di sebelah kanan jalan yang langsung menuju ke parkiran areal Taman Batu. Anda hanya membayar parkiran dan tiket masuk Rp 3.000/orang.Jarak beberapa meter ke depan yang merupakan pintu masuk kedua, terdapat gapura besar berwarna hitam yang bertuliskan 'Selamat Datang' yang berada di sebelah kanan jalan, dan langsung menuju parkiran Gua Pawon dengan membayar parkiran Rp 3.000/mobil lalu bayar pintu masuk Rp 5.500/orang.Kemudian Anda melanjutkan trekking selama 30-45 menit menuju Stone Garden, sesampainya di atas harus membayar lagi Rp 3.000/orang, jika Anda malas untuk trekking ke areal Taman Batu dari pintu masuk kedua, warga setempat juga menyediakan jasa ojek dengan membayar Rp 15.000 per orang. Anda akan langsung diantar menuju pintu masuk areal Taman Batu yang berada di atas Gua Pawon. Selamat mencoba!
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads