Long Weekend? Saatnya Mengejar Api Biru di Kawah Ijen
Jumat, 01 Mei 2015 09:25 WIB
Muhammad Catur Nugraha
Jakarta - Kawah Ijen di Banyuwangi memiliki keajaiban alam berupa api biru, yang hanya ada dua di dunia. Libur panjang kali ini, tampaknya cocok sekali untuk datang dan melihat langsung keunikan si api biru.Setelah kami puas bermain di Pantai Rajegwesi, malam harinya kami lanjutkan menuju Kawah Ijen. Sebenarnya Kawah Ijen bisa ditempuh juga dari Bondowoso, namun karena saat itu kami sedang berada di Banyuwangi. Jadi kami menuju Kawah Ijen melalui jalur Licin hingga akhirnya sampai di Paltuding.Kami terbilang beruntung karena saat itu pendakian malam diperbolehkan.Seringkali pendakian malam dilarang pada saat tertentu, untuk keselamatan pendaki jika hal itu terjadi artinya aktivitas gas beracun di Kawah Ijen sedang meningkat dan ditambah lagi dengan curah hujan yang tinggi.Jika itu terjadi maka pada malam hari gas solfatara tidak bisa teurai sehingga membahayakan. Malam itu cuaca cukup cerah, langit dihiasi jutaan bintang yang indah. Karena belum masuk pukul 2 malam kami leyeh-leyeh terlebih dahulu di warung yang terdapat di sana.Pukul 2 pun tiba, pendakian mulai diperbolehkan. Kami mendaki dengan semangat menuju Kawah Ijen, hal yang membuat kami begitu semangat adalah bayangan langsung melihat blue fire yang konon katanya hanya ada 2 di dunia.Kami mendaki melewati jalur yang sudah sangat jelas, di tengah perjalanan kami berjumpa dengan sebuah pos yang dinamakan Pos Bundar. Dari seorang penambang yang saya temui mengatakan, bahwa pos ini tempat para penambang menimbang muatannya lalu mereka mendapatkan secarik kertas tentang berat muatan dan nilainya.Dari Pos Bundar kami melanjutkan lagi perjalanan kali ini jalurnya sudah bersahabat atau landai namun tetap harus berhati-hati. Sebab, di sebelah kanan ada jurang yang cukup tinggi.Selain itu, kini jalurnya sudah mulai terbuka dimana bau belerang sudah mulai terasa, kami pun segera mengeluarkan masker khusus yang digunakan untuk menghindari bau yang ditimbulkan dari gas. Setelah menggunakan masker kami lanjut lagi hingga akhirnya kami sampai di bibir kawah.Untuk melihat blue fire, kami harus turun ke bawah lagi mendekati sumber belerang dan untuk ke sana wajib disertai pemandu. Oh iya selain masker sangat disarankan menggunakan kacamata pelindung karena selain bau belerang yang sangat menyengat, asap belerang dari aktivitas para penambang akan dengan mudah menyerang dan membuat pedih mata.Hal itu yang kami alami saat itu walau sudah aman dari bau belerang. Kami tidak bisa menghindar dari rasa pedih di mata karena asap belerang yang begitu pekat karena tidak menggunakan kacamata.Sekitar 30 menit kami berjalan secara hatiβhati akhirnya kami sampai juga di tempat untuk menyaksikan blue fire. Kami sangat puas sekali bisa menyaksikan blue fire secara langsung dan saat itu nyala api masih sangat besar. Menjelang pagi perlahan api mulai menghilang kami pun kembali ke atas.Di saat mentari telah meninggi dan terang kami menyaksikan Kawah Ijen yang begitu indah dengan danau kawahnya yang berwarna hijau kebiruan dihiasi lagi dengan asap belerang yang mempesona. Puas dengan segala keindahan yang ada di Kawah Ijen kami kembali ke Paltuding dan melanjutkan perjalanan pulang.












































Komentar Terbanyak
Waspada! Ini Daftar Pangkalan Militer AS di Seluruh Dunia yang Harus Kamu Tahu
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5
Gara-gara Monyet, Komodo di Singapore Zoo Telan Boneka yang Dilempar