Jakarta - Taman Nasional Baluran sering disebut sebagai Afrika di Pulau Jawa. Letaknya di daerah Situbondo, Jawa Timur. Lokasinya yang luas dengan hewan yang berkeliaran dan padang savana, membuat suasananya memang mirip di alam Afrika!Waktu paling pas ke sini adalah saat musim kemarau April-Oktober. Pada bulan tersebut, wisatawan dapat melihat dan merasakan sensasi berjalan di savana kering. Benar-benar terasa seperti di Afrika. Asyik!Berhubung berkunjung di musim hujan, yang kami temukan adalah hamparan padang rumput hijau. Walaupun begitu, pemandangan sekitar tetap memanjakan hati.Gerbang masuk Baluran agak tersembunyi di sebelah kiri jalan. Harus berjalan sedikit pelan untuk bisa menemukannya. Wilayah Baluran ini sangat luas, yang bisa kita jelajahi hanya sebagian kecil saja karena sisanya benar-benar masih hutan tanpa ada akses yang memadai.Dari gerbang utama, kami menuju Savana Bekol. Jaraknya sekitar 12 km. Kami harus berhati-hati karena jalannya agak rusak walaupun tidak begitu parah.Wisatawan juga diharapkan berhati-hati dalam mengemudi karena sepanjang perjalanan kadang ditemukan biawak-biawak ataupun sejenis unggas yang menyeberang jalan.Nah, jika sudah mendekati wilayah avana, banyak monyet ekor panjang yang berkeliaran. Perjalanan teru berlanjut. Sekitar 45 menit kami tiba di Bekol. Di sini terdapat menara pandang dan beberapa guest house.Jangan lupakan ikon Baluran berupa rak kayu yang berisikan tengkorak-tengkorak hewan seperti banteng, rusa atau kerbau. Jika beruntung, wisatawan bisa menemukan kawanan banteng atau merak.Kami kurang beruntung saat itu karena hanya bisa menemukan 1 banteng yang berteduh di kejauhan. Namun dalam perjalanan pulang, kami sempat bertemu dengan kawanan rusa dan monyet ekor panjang.Kawanan rusa dan monyet tersebut seakan melepas kepergian kami meninggalkan 'Afrika' di Pulau Jawa ini.












































Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun