Rowo Jombor di Klaten, dari Restoran Apung Sampai Bukit Sidagora

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Rowo Jombor di Klaten, dari Restoran Apung Sampai Bukit Sidagora

Rina Tri Handayani - detikTravel
Senin, 30 Mar 2015 17:50 WIB
loading...
Rina Tri Handayani
Warung apung Rowo Jombor dari puncak Bukit Sidagora
Kupu-kupu di bukit Sidagora
Puncak bukit SBdagora
Rowo Jombor di Klaten, dari Restoran Apung Sampai Bukit Sidagora
Rowo Jombor di Klaten, dari Restoran Apung Sampai Bukit Sidagora
Rowo Jombor di Klaten, dari Restoran Apung Sampai Bukit Sidagora
Jakarta - Jika Anda mencari tempat indah untuk rekreasi sekaligus kulineran di Klaten, datanglah ke Rowo Jombor. Rawa tersebut  memiliki sebuah restoran apung dan Bukit Sidagora. Anda bisa rekreasi sambil mancing dan kulineran sekaligus!"Monggo mampir, parkir gratis!" kalimat itu bersahutan di tepi warung apung setiap ada yang melintas.Rowo Jombor bak oase di antara anak-anak pegunungan kidul yang berkapur. Panas batuan gamping terobati oleh genangan air dengan luas kurang lebih 180 hektar. Di atasnya berdiri warung apung milik warga yang berlomba-lomba menarik pengunjung.Lalu, wisatawan akan diantarkan dengan ditarik getek untuk sampai ke rumah makan pilihan. Uniknya, getek merupakan bambu yang dirakit dan dibawahnya diberi drum-drum agar bisa mengambang.Warung apung ini sehari-hari kurang ramai, tapi akan membludak begitu bulan Ramadhan dan Lebaran tiba. Tempat ini biasa untuk berbuka puasa bersama dan ajang reuni temu kangen setelah di perantauan.Maklum, banyak warga Klaten yang mengadu nasib di kota-kota besar. Jadi kalau ingin menikmati suasana, datang lah ke Rawa Jombor di hari-hari biasa. Serasa milik pribadi!Lokasinya enam kilometer di selatan kota Klaten, terletak di antara Yogyakarta dan Solo. Tepatnya berada di Desa Krakitan, Bayat, Klaten, Jawa Tengah.Menu andalannya ikan tawar seperti gurame, nila, kakap, bawal, lele, dan lain-lain yang bisa dipancing sendiri. Kalau tak mau repot tinggal pesan dan tunggu, pelayan dengan logat medok akan segera menyajikan di meja plus sambal dan lalapannya. Tapi jangan khawatir, yang tidak suka ikan bisa coba menu lain seperti ayam.Sebelum bersantap, pelancong bisa dulu trekking sejenak di Bukit Sidagora di sebelah Rowo Jombor. Tak terlalu tinggi, sekitar setengah jam sudah bisa sampai di puncak. Saat musim kemarau, bukit ini memang panas, karena batuan gamping menyebabkan minim tanaman yang bisa tumbuh. Semak-semak yang mendominasi.Namun, ada beberapa pondok yang bisa untuk berteduh dengan kondisi seadanya. Sayangnya, vandalisme sedikit merusak keaslian pesona bukit ini.Berada di puncak, pengunjung bisa menyaksikan panorama Warung Apung yang menghiasi Rowo Jombor, atau di sisi yang lain dapat menikmati pemandangan Kota Klaten. Bisa juga memandang lokasi yang biasa dijadikan arena latihan bagi pecinta panjat tebing.Bahkan jika cuaca cerah, Gunung Merapi yang bersanding dengan Gunung Merbabu bisa terlihat jelas. Seru kan! Selain itu, banyak kupu-kupu beterbangan di bukit ini. Beberapa jenis kupu-kupu dapat ditemui di bukit ini. Begitu memanjakan mata, mengingat saat ini jarang bisa menjumpai binatang ini.Jika ingin melihat keseruan lain, setiap libur Lebaran, tempat wisata ini akan diisi berbagai atraksi seperti orkes dangdut, maupun pertunjukan tradisional seperti jathilan dan wayang. Pasar malam pun juga akan digelar di kawasan ini.Selain atraksi yang ditawarkan tersebut, Rowo Jombor juga tak bisa dipandang sebelah mata bagi yang hobi memancing. Bahkan ada yang bilang kalau Rowo Jombor adalah surga pemancing di Yogyakarta.Kalau ingin menikmati eksotisnya miniatur kawasan karst, bisa berkunjung saat hari biasa. Namun, jika ingin menikmati kemeriahannya, datanglah saat syawalan atau libur Hari Raya Idul Fitri.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads