Polemik Konser Andrea Bocelli: Didukung Menteri Pariwisata-Ditolak MUI

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Polemik Konser Andrea Bocelli: Didukung Menteri Pariwisata-Ditolak MUI

Wahyu Setyo Widodo - detikTravel
Jumat, 16 Okt 2026 06:31 WIB
Andrea Bocelli
Konser Andrea Bocelli (dok. BNI)
Jakarta -

Konser Andrea Bocelli yang rencananya digelar di candi Borobudur dan Jakarta menuai polemik. MUI menolak, sebaliknya Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana memberikan dukungan.

Widiyanti menilai penyelenggaraan konser penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli, bisa membantu mempromosikan destinasi pariwisata dan warisan budaya Indonesia.

Konser Andrea Bocelli dijadwalkan digelar di dua tempat, yaitu di kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah pada 31 Oktober 2026 dan Jakarta International EXPO (JIEXPO) pada 3 November 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Widiyanti merasa sangat bahagia bisa turut membuka jalan diselenggarakannya konser musik tersebut. Rangkaian konser tersebut diperkirakan menarik sekitar 7.000 penonton di candi Borobudur dan 9.000 penonton di Jakarta.

"Saya sangat bahagia dapat turut membuka jalan dan menjadi bagian dari proses kolaborasi yang pada akhirnya membawa konser istimewa ini menjadi kenyataan di destinasi pariwisata prioritas dan di Borobudur, Indonesia," katanya dalam konferensi pers konser Romanza 30th Anniversary World Tour" di Jakarta pada Rabu (19/8/2026) yang dihadiri oleh sejumlah media.

ADVERTISEMENT

Menurut dia, penyelenggaraan konser Andrea Bocelli di dua lokasi di Indonesia mencerminkan kolaborasi dalam upaya pengembangan kegiatan pariwisata berkualitas.

Selain bisa menjadi ajang promosi pariwisata, ia mengatakan, penyelenggaraan konser musisi internasional bisa membantu meningkatkan citra pariwisata Indonesia.

"Menurut kami, penyelenggaraan event berskala internasional memiliki nilai strategis bagi sektor pariwisata. Selain memperkuat citra dan brand destinasi, event juga menjadi demand generator yang menggerakkan berbagai aktivitas ekonomi di daerah penyelenggaraan," kata Widiyanti.

Konser Andrea Bocelli Ditolak MUI

Melansir detikHikmah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah untuk membatalkan rencana konser penyanyi asal Italia, Andrea Bocelli di Indonesia.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, meminta pemerintah bersikap konsisten dalam menolak kegiatan yang melibatkan figur yang dinilai mendukung Zionisme.

"Kali ini kembali saya ingin menegaskan bahwa rencana konser Andrea Bocelli harus dibatalkan demi menjaga prinsip keberpihakan kita pada kemanusiaan," ujar Sudarnoto yang dikutip dalam laman resmi MUI Sabtu (10/10).

Sudarnoto menjelaskan penolakan MUI didasarkan pada rekam jejak Bocelli. Dia disebut pernah terlibat dalam kegiatan penggalangan dana untuk militer Israel (IDF) di Los Angeles pada 2010. Selain itu, penyanyi tersebut juga pernah menggelar konser di Tel Aviv pada 2022.

Bagi MUI, dukungan pendanaan terhadap kekuatan militer yang dinilai terlibat dalam genosida dan kejahatan kemanusiaan di Gaza merupakan tindakan yang tidak dapat ditoleransi.

"Jangan berikan panggung kepada siapa pun yang ikut mendanai pembunuh warga Gaza dan Palestina," kata dia.

Rekomendasi Izin Konser Andrea Bocelli Dicabut

Setelah desakan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang meminta agar kegiatan konser musik itu dibatalkan, Polresta Magelang akhirnya mencabut rekomendasi izin konser tersebut.

"Untuk dari kami sendiri memang ada permohon perizinan untuk kegiatan tersebut, akan tetapi per hari ini sudah kita cabut," kata Wakapolresta Magelang AKBP Bim Rekoaji dalam audiensi di kantor Unit Taman Wisata Borobudur (TWB), Selasa (13/10).

"Satu bendel pencabutan surat rekomendasi kegiatan konser Andrea Bocelli kepada panitia penyelenggara," dia menambahkan.

Pernyataan Bim yang membacakan perihal pencabutan rekomendasi pengurusan izin langsung disambut takbir oleh Massa Forum Bersama Rakyat dan Umat Islam yang sengaja datang ke kantor TWB untuk menolak konser tersebut.

Forum itu terjadi saat massa Forum Bersama Rakyat dan Umat Islam mendatangi kantor TWB. Selain Wakapolresta Magelang, dalam forum itu juga hadir Commercial Group Head PT TWB AY Suhartanto dan Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Farnia Berliani Sri Tulodho.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Disparpora Kabupaten Magelang, Farnia Berliani Sri Tulodho, mengatakan terkait dengan banner konser Andrea Bocelli, Satpol PP bersama pihak terkait sudah dilepas semuanya.

"Dari Dinas Pariwisata, kami hanya ingin menyampaikan terkait dengan banner. Tadi pagi bersama Satpol PP dan pihak terkait sudah kami lepas semuanya," kata dia disambut takbir massa audiensi.

Kapolda Jateng Bantah Izin Konser Andrea Bocelli Dicabut

Sementara itu, Kapolda Jawa Tengah (Jateng), Irjen Roy Hardi Siahaan, buka suara terkait polemik izin konser Andrea Bocelli di candi Borobudur.

Roy menyatakan tidak ada rekomendasi pencabutan izin konser yang rencananya akan digelar 31 Oktober 2026 mendatang.

"Nggak ada membatalkan (konser Andrea Bocelli di Magelang). Kan posisinya rekomendasi itu berangkat dari tingkat daerah Magelang, kemudian dinaikkan ke Polda, sampai nanti di Mabes Polri," kata Roy di Kantor DPRD Jateng, Kamis (15/10).

Ia menyebut tak pernah ada pembatalan konser tersebut. Menurutnya, yang berwenang mengeluarkan izin tersebut adalah Badan Intelijen dan Keamanan (BIK).

"Kita tidak pernah membatalkan itu. (Berarti belum dicabut?) Kita tidak pernah merekomendasikan untuk mencabut izinnya, tidak," kata dia.

"Hanya merekomendasikan melalui penilaian kita. Hasil penilaian itu nanti kita angkat sampai ke Mabes Polri. (Izin itu sudah diterbitkan?) Nanti akan saya cek di Mabes Polri. Karena yang mengeluarkan adalah dari BIK," ujar dia.

Roy mengatakan Polda Jateng hanya sebatas merekomendasikan apakah kegiatan tersebut layak atau tidak dilaksanakan.

"Nah, nanti kami cek di Magelang. Kemarin kalau nggak salah rekomendasinya bisa. (Berarti masih sesuai rencana?) Iya, izinnya tetap dari sana. Segala sesuatu proses itu dilakukan," kata dia.

Halaman 2 dari 2
(wsw/fem)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads