Bak di Negeri Dongeng, Begini Indahnya Kota La Thuile di Italia

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Bak di Negeri Dongeng, Begini Indahnya Kota La Thuile di Italia

Eka Yulia - detikTravel
Selasa, 31 Mar 2015 11:20 WIB
Pemandangan indah La Thuile dengan latar Mont Blanc
Melompat di padang rumput La Thuile
Gunung Mont Blanc yang puncaknya berselimut salju
Jalanan kota La Thuile yang lengang
Rumah salah seorang warga lokal La Thuile
Bak di Negeri Dongeng, Begini Indahnya Kota La Thuile di Italia
Bak di Negeri Dongeng, Begini Indahnya Kota La Thuile di Italia
Bak di Negeri Dongeng, Begini Indahnya Kota La Thuile di Italia
Bak di Negeri Dongeng, Begini Indahnya Kota La Thuile di Italia
Bak di Negeri Dongeng, Begini Indahnya Kota La Thuile di Italia
Jakarta - Lansekap benua Eropa memang tak tertandingi kecantikannya. Salah satunya ada di kota La Thuile, yang terletak di sebelah barat laut Italia. Bak di negeri dongeng, La Thuile siap menyihir Anda dengan kecantikannya yang abadi.La Thuile adalah kota kecil yang terletak di perbatasan Prancis. Berada di ketinggian 1.500-an Mdpl, di kaki pegunungan Alpen dan berhadapan dengan Mont Blanc, puncak tertinggi Alpen. Kenapa saya sebut kota kecil? Karena di kota ini cuma ada kurang lebih 800 orang saja. Lah, kalo cuma segitu di Indonesia cuma jadi satu RW saja!Tapi meskipun kecil, La Thuile sangatlah cantik. Kota ini dikelilingi gunung-gunung berhutan pinus yang puncaknya berlapis salju, banyak bukit teletubies, rumah-rumah berdinding, genteng batu, cerobong asap, air terjun yang sumbernya dari gletser, buah raspberry liar, dan jamur di hutan. Hmm... benar-benar mirip gambaran di buku dongeng!Satu hal yang unik di tempat ini, meskipun dia berada di wilayah Italia, tapi lebih cenderung ke Prancis-prancisan. Sebagai contoh, nama stasiun kereta apinya adalah Pre Saint Didier dan Saint Bernard. Nama tempat lain pun begitu, Hotel Chateau, Bar Margaux, bahkan orang-orang lokal pun berbahasa Italia dengan aksen Perancis. Nah lho, makin susah dimengerti!Kota ini sibuknya pas musim dingin, ramai turis untuk bermain ski. Menurut orang lokal, saat musim dingin suhunya bisa sampai minus 20 derajat celcius. Weh, ngeri banget! Jadi kebayang kalau pas musim dingin, kota ini akan berubah menjadi serba putih tertimbun salju dan membeku. Makanya saya cuma berani berkunjung di saat musim panas begini. Itu pun menurut saya masih terasa dingin.Malam dan pagi hari suhunya cuma 6-7 derajat celcius. Kalau siang sudah mending, jadi 14-15 derajat celcius. Tapi karena kita letaknya dekat banget dengan Mont Blanc, jadi hembusan anginnya berasa sangat dingin. Angin dinginnya seperti menyayat kulit dengan pedang es. Brrr!Selama di La Thuile, saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke Aosta, kota yang agak besar di sebelah La Thuile. Sengaja pakai kereta api, berharap bisa ketemu pemandangan yang indah, dan ternyata benar! Kurang dari satu jam di dalam kereta api, serasa melihat slide show dengan gambar bukit hijau diselimuti kebun anggur, kebun peach yang tanamannya berderet rapi seperti tentara yang lagi upacara, kastil tua di pucuk bukit berbatu, dan desa dengan rumah-rumah cantik penuh bunga,Anda juga bisa melihat sungai dangkal berbatu yang berwarna abu-abu keperakan, gunung berlapis salju, serta stasiun kereta api kecil berupa gedung bertembok batu dan kayu, penuh bunga warna-warni. Semuanya berkelebat bergantian, sungguh indah!It's too good to be true, but it's true! Harus beberapa kali menepuk pipiku, sekedar mengingatkan kalau ini bukan mimpi. La Thuile memang seperti negeri dongeng!
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads