Antara Petualangan & Misteri Mendaki Gunung Semeru

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Antara Petualangan & Misteri Mendaki Gunung Semeru

1'4M - detikTravel
Selasa, 30 Des 2014 18:20 WIB
Pos Perijinan Pendakian Gunung Semeru
Gerbang Awal Pendakian Semeru
Tanjakan Curam Jelang Ranukumbolo
Ranukumbolo Surganya Semeru
Di Puncak Mahameru 3676 mdpl
Antara Petualangan & Misteri Mendaki Gunung Semeru
Antara Petualangan & Misteri Mendaki Gunung Semeru
Antara Petualangan & Misteri Mendaki Gunung Semeru
Antara Petualangan & Misteri Mendaki Gunung Semeru
Antara Petualangan & Misteri Mendaki Gunung Semeru
Jakarta - Pendakian Gunung Semeru sangat penuh tantangan dan halang rintangan yang tidak ringan. Tekad yang bulat disertai dengan keberanianlah yang membuat semua sampai di puncak tertinggi di Jawa. Entah apa yang ada dalam pikiran kita saat itu, entah apa yang memperdaya jiwa kita. Dengan bekal kebersamaan kita satukan tekad, menantang dunia antara hidup dan mati. Berawal dari rencana kita langkahkan kaki, menuju alam misteri.Kawasan Gunung Tengger Semeru adalah tantangan kita saat itu. Udara dingin mulai berhembus, kabut asap mulai turun. Seakan melemahkan langkah saat pertama kali kita berpijak. Menginjak tanah Ranupani pintu menuju alam misteri, di situlah kita memulai membuka pintu itu.Dengan penuh semangat memberanikan diri menghadapi tantangan. Banyak pesan disampaikan ketika kita memulai petualangan. Kakipun terus kita langkahkan, bersama keyakinan kita pasti bisa. Sampai pada saatnya kita memasuki kawasan Landengan Dowo. Terjal, berbelok-belok, tajam, dan diapit oleh jurang. Kita terus melangkah, sambil menikmati indah panorama suasana pegunungan.Berusaha kita jadikan pengusir rasa takut. 3 kilometer tak terasa kita lalui, dan kita memasuki kawasan Watu Rejeng. Penuh bebatuan, pepohonan tumbang. Sunyi, sepi dan hanya suara bising hewan-hewan hutan yang menyertai jalan kita. Namun tak sedikitpun langkah kita surut. Justru api semangat yang semakin membara. Tak mengenal lelah.Terus kita terbang bersama angin, melinang bersama air dikawani kabut-kabut. Ditemani bukit-bukit menepas berjiwa karam tak bersuara. Yang berteriak adalah semangat menderu. Bersama angin, menerjal bersama gunung.Biarkan keteduhan ini memancar deras, memberikan takjub pada tiap mata yang tajam. Tertebar dalam bentang danau tenang, saat nafas berhembus di Ranu Kumbolo. Sang danau impian surganya Semeru. Begitu dingin tatkala malam, terasa membeku tubuh ini berada di tepi. Hanya gelap dan hujan menemani malam kita yang bersusah payah meutup mata yang sulit terpejam bersama sedikit kehangatan api unggun.Hingga pada saatnya mentari terbit yang sedikit mengusir hembusan hawa dingin. Semakin tinggi ia berpijar diatas kita, panas menusuk membangunkan. Pagi yang semalam kita harap-harapkan kedatangannya, kini telah menyambut dengan cerah.Tubuh yang tadinya terasa mati, kini kembali hidup oleh semangat untuk terus melanjutkan perjalanan. Terus dan terus kita melangkah, ada tanjakan tinggi tak jauh dari tepi danau. Tanjakan tinggi yang memiliki mitos tentang kasih sayang antara manusia siap kita terjang.Tanjakan Cinta, begitu orang-orang menyebutnya. Sungguh payah dan lelah untuk dilewati, tanpa berhenti kita terus berusaha. Hingga senyumpun menghiasi wajah kita usai menaklukannya.Selanjutnya adalah hamparan bumi padang rumput di depan mata kita siap untuk diarungi. Sebuah Oro-oro Ombo terlihat cantik dengan warna ungu deretan ribuan Bunga Lavender. Lalu kita menatap rerimbunan pohon tinggi, seperti taman namun alami.Adalah Cemoro Kandang, track kita selanjutnya. Kaki yang semakin gontai, memaksa kita sejenak merebah. Sedangkan mata tak pernah lelah menatap keindahan dan hati terus bertanya kapankah semua ini berakhir. Sepanjang 3 kilometer kita melanjutkan perjalanan. Melintasi ratusan bahkan ribuan pohon cemara. Naik turun bukit memaksa kita beristirahat berkali-kali.Sampai pada kawasan yang cukup mudah bagi kita, jalan lurus tanpa tanjakan. Hanya sesekali saja kita menanjak dan menurun. Itulah kawasan Jambangan yang memiliki jarak panjang 2 kilometer. Badan semakin letih, tenaga hanya ada sisa, dan keringatpun bercucuran. Namun perjuangan tak berhenti disini. Terus kita menyelusuri hutan rimba ini.Lalu kita memasuki kawasan paling menakutkan yaitu 'Kalimati'. Tempat terseram di Pegunungan Semeru. Disitu kita bermalam bersama dan saling memberi semangat. Mempersiapkan diri untuk tengah malam nanti. Detik demi detik waktu berlalu, tengah malam pun tiba dan kita bersiap.Bersama cahaya terang rembulan kita berangkat meski mata masih dilanda kantuk. Kembali kita menyelusuri jalan terjal, menanjak, menuju Arcopodo. Kawasan terakhir kita sebelum puncak. Bersama gelap, angin, kita menaruh impian. Impian yang sebentar lagi kita raih.Lalu, tanah pasir terasa rusuh di kaki. Ini bukti kita memasuki kawasan puncak Gunung Semeru. Puncak Mahameru yang masih aktif, kini tiada lagi jalan lurus apalagi menurun. Sepanjang 1,5 kilometer kita terus menanjak bersama pasir.Maju satu langkah turun dua langkah. Hanya satu yang kita benar-benar tanamkan pada benak kita saat itu, tekad tak megenal lagi putus asa. Meski tubuh menggigil oleh dinginnya angin ketinggian dan mata merabun oleh kabut Mahameru. Kita terus berusaha melewati segala rintangan. Disinilah kita menantang maut, kita jadikan hidup sebagai tawanan.Di sinilah nyawa kita dengan cepat dapat terlepas dari raga. Di sinilah kesabaran kita benar-benar teruji. Langkah demi langkah tak pernah lelah. Seiring fajar sang mentari di ufuk timur kita sampai puncak Mahameru. Sang puncak impian, puncak tertinggi Pulau Jawa. Yang memiliki tinggi 3.676 mdpl, di atas sanalah kita membuktikan kekuatan tekad dan persahabatan kita. Mahameru adalah bukti kesetiaan kita. Terimakasih sahabat-sahabatku.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads