Kepulauan Derawan, Bikin Jatuh Cinta
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Kepulauan Derawan, Bikin Jatuh Cinta

Suryani Amin - detikTravel
Jumat, 04 Jul 2014 12:17 WIB
loading...
Suryani Amin
Matahari terbit di Derawan
Di bawah terik matahari Sangalaki
Danau ikonik Kakaban
Dinding karang Maratua
Penyu hijau Derawan
Kepulauan Derawan, Bikin Jatuh Cinta
Kepulauan Derawan, Bikin Jatuh Cinta
Kepulauan Derawan, Bikin Jatuh Cinta
Kepulauan Derawan, Bikin Jatuh Cinta
Kepulauan Derawan, Bikin Jatuh Cinta
Jakarta - Kepulauan Derawan yang terdiri dari Derawan, Kakaban, dan Sangalaki, memang selaku bikin orang yang datang jatuh cinta. Fauna laut seperti penyu sampai ikan manta dapat dijumpai. Bersiaplah untuk jatuh cinta.Pulau Derawan terletak di gugusan Kepulauan Derawan, Kecamatan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Keindahan pulau ini membuatnya dicalonkan sebagai situs warisan dunia UNESCO di tahun 2005.Pamor tentang keindahan alam bawah laut dan biotanya membuat kami memilihnya sebagai tujuan penyelaman pada April lalu. Rute perjalanan yang dipilih adalah Jakarta-Balikpapan-Berau, dengan pesawat udara. Kemudian dilanjutkan dengan perjalanan darat dari Tanjung Redeb menuju Dermaga Tanjung Batu.Lama perjalanan darat sekitar 2 jam. Dari Tanjung Batu, berganti moda transportasi menggunakan kapal kayu menuju Pulau Derawan selama sekitar 45 menit. Lautnya tenang, musim yang pas untuk perjalanan laut. Kepulauan Derawan terdiri dari beberapa pulau lain, baik yang berpenghuni maupun tidak.Β Terdapat tiga pulau yang sangat populer bagi para penyelam dan menjadi semacam tujuan wajib, Kakaban, Maratua dan Sangalaki. Pagi pertama di Derawan, kami disambut panorama matahari terbit. Menyembul cepat di ufuk Timur. Hingga detik demi detik pergerakannya mampu terekam oleh kamera.Pemandangan dramatik dari tepian pantai yang airnya sangat jernih. Resor yang kami tinggali posisinya persis menghadap ke pantai. Resor kecil ini dikelola dengan apik. Dengan cepat peserta trip menjadi dekat dengan awak resor. Tidak banyak waktu untuk berlama-lama menikmati pagi. Sarapan pagi, kemudian bersiap untuk menuju spot penyelaman hari itu, Kakaban.Dalam bahasa lokal, Kakaban artinya 'memeluk'. Karena Pulau kakaban seolah memeluk Danau Kakaban yang ikonik bagi para penyuka perjalanan. Penyelaman pertama di spot yang dinamakan Kristy point. Sebagai penyelaman pemanasan, bersama 10 teman yang dibagi menjadi 2 kelompok, kami mulai nyemplung di kedalaman sekitar 20 meter, menyisiri coral wall.Visibility cukup baik, tidak ada arus yang berarti. Dua pemandu, Bang Eli dan Bang Noldi dari Derawan Dive Lodge yang merupakan grup usaha Tasik Dive, sangat bisa diandalkan untuk menunjukkan keindahan karang laut dan biota lainnya.Beberapa teman yang beruntung, bertemu dengan pigmy si kuda laut yang imut. Penyelaman kedua di spot yang disebut Channel. Sebenarnya berharap bisa melihat baracuda yang lagi baris berparade. Tapi sayangnya, sedang tidak beruntung. Β Setelah penyelaman kedua, tujuan berikut adalah Danau Kakaban, sekaligus mengisi waktu selama surface interval. Air yang memenuhi Danau Kakaban terbentuk dari percampuran air laut yang terjebak dalam danau, air tanah dan air hujan.Danaunya dikelilingi karang dan hutan bakau yang seolah menjadi pagarnya. Biota utamanya adalah ubur-ubur yang tidak menyengat. Konon kabarnya hanya ada dua di dunia.Proses evolusi yang terjadi selama jutaan tahun menyebabkan jenis ubur-ubur di sini unik. Jenis cassiopea, bergerak terbalik dengan kaki menghadap ke atas. Sumber ilmiah menyebutkannya, karena ubur-ubur ini melakukan simbiosis mutualisme dengan algae pada bagian kakinya yang membutuhkan matahari untuk melakukan fotosintesa makanannya.Β Rasanya bercampur, antara masih tidak percaya, terharu, dan senang, bisaΒ  menjejak Danau Kakaban. Biasanya cuma lihat, baca, dan dengar dari berbagai media. Sekarang kaki kami menapak langsung. Di danau ini hanya berenang dan snorkeling tanpa fin yang diperbolehkan, demi tidak menganggu si ubur-ubur. Sekitar satu jam, tim menikmati saat berharga bercengkerama bersama ubur-ubur di danau dangkal ini.Penyelaman ketiga dilakukan tidak jauh dari dermaga Pulau Kakaban. Masih menyisiri dinding coral. Airnya masih sejernih kristal di kedalaman sekitar 20 meter dari permukaan.Di sini kami merasakan fenomena thermocline untuk pertama kalinya. Pertemuan air dingin dengan air yang lebih hangat, menimbulkan sensasi tersendiri di tubuh penyelam.Β Pengalaman penyelaman hari pertama menjadikan kami lebih tenang dan lebih percaya diri untuk menyambut penyelaman hari berikut. Tujuan penyelaman hari kedua adalah Pulau Maratua, ditempuh sekitar satu jam perjalanan laut.Spot yang kami tuju adalah Baracuda Channel. Kemampuan selam yang dibutuhkan lebih advance, karena kondisi yang berarus cukup kuat di bawah. Setelah briefing untuk mempersiapkan diri menghadapi arus dan menentukan buddy masing-masing, kami pun bersiap untuk kembali masuk ke kedalaman.Para pemandu bekerja lebih keras untuk menjaga penyelam agar tidak terpisah dari kelompoknya. Setelah sekitar lima belas menit mengitari barisan coral, sekelompok barracuda nampak di depan mata. Posisi kami persis berada di tengah pusaran barracuda yang terus bergerak. Β Melihar barracuda sebegitu banyaknya di depan mata. Kami terus mengarahkan pandangan. Hook ditancapkan ke karang terdekat untuk membantu kami agar tetap stabil di satu posisi, untuk mengamati barisan barracuda dan tidak hanyut terbawa arus. Kamera tidak henti-hentinya mengabadikan pemandangan di depan mata dengan kamera.Dalam masa surface interval, rombongan memilih untuk mampir di Maratua Paradise resot yang sangat populer bagi para pelancong laut. Resor dibuat seluruhnya dari material kayu yang didominasi dengan warna marun, dibangun di atas peraiaran dangkal. Dari atas, pengunjung bisa langsung menyaksikan keragaman species lautan dangkal dengan pasir putih dari beningnya air laut. Penyelaman beikutnya masih di gugusan karang cncin Maratua. Bertemu dengan penyu hijau dan bumphead dengan jidat nonongnya yang nongol dari lubang karang. Β Hari kedua penyelaman ditutup dengan perjalanan pulang ke arah barat, persis saat matahari mulai tenggelam. Dari dek kapal kayu yang kami tumpangi, semburat jingga tiba-tiba bikin perasaan jadi mellow.Masih juga tak percaya, bisa berada di tempat ini. Teramat jauh dari rumah, senyap dari hiruk-pikuk ibukota. Mendadak, bait lirik lagu Imanez dicanangkan sebagai lagu wajib yang mewakili perasaan saat itu. Yang kutahu hanyalah sunset dan sunrise, anak pantai!Β Besoknya, tujuan Sangalaki. Pulau ini tak berpenghuni. Niatnya mau lihat ikan manta, salah satu spesies yang jadi ikon Derawan. Salah satu motivasi terbesar yang mendorong kami datang ke Derawan. Sempat dua kali turun di Manta Point, berharap bisa melihatnya langsung. Binatang laut ini umumnya ditemukan di perairan dangkal, tempatnya mencari makan.Sayang sekali, keluarga sting ray ini tidak bisa kami lihat langsung keberadaaannya. Hanya ketemu jenis cowtail stingray yang ukurannya jauh lebih kecil. Sedikit kecewa sih. Tapi tidak menghapus seluruh kegembiraan bersama teman-teman perjalanan, menikmati surga tropis Derawan yang fantastik.Sore ditutup di Derawan. Dimana kejutan menanti untuk salah satu teman, Lia yang dilamar oleh kekasihnya Rifqy. Di Jetty yang sore itu ditutup untuk umum, selembar kain bertulis 'Will you marry me' dibentangkan. Persis saat matahari hendak tenggelam.Respon 'iya' segera ditimpali dengan sorak sorai tim hore sambil masih sibuk dengan kamera masing-masing. Pemandangan sore yang romantis berlatar semburat jingga matahari menuju redup. Kami turut bersuka cita.Malam harinya pesta kecil digelar. Kami dijamu dengan suguhan makanan lezat yang dibuat khusus oleh chef dari resort. Perangkat barbeque dikeluarkan. Makanan dihamparkan prasmanan di meja di atas pasir putih. Hidangannya istimewa dan lengkap. Dari sajian pembuka berupa sup santan kental beraroma jahe kari yang wangi, hidangan utama olahan kepiting, udang, sate ayam, dan rusa.Aneka buah, puding dingin nan lembut, minuman ringan, dan sebotol wine menjadi sajian penutup yang menyempurnakan malam. Di bawah langit Derawan, semua bergembira merayakan cinta dan perkawanan yang terajut. Melambungnya kebangaan terhadap tanah air yang indah. Ah, kami harus kembali ke sini satu saat nanti.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads