Takjub dengan Kemegahan Forbidden City di Beijing

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Takjub dengan Kemegahan Forbidden City di Beijing

Kata Waktu - detikTravel
Selasa, 15 Jul 2014 10:45 WIB
loading...
Kata Waktu
Forbidden City
Bangunan utama di Forbidden City
Bargaya di Forbidden City
Bangunan yang megah
Takjub dengan Kemegahan Forbidden City di Beijing
Takjub dengan Kemegahan Forbidden City di Beijing
Takjub dengan Kemegahan Forbidden City di Beijing
Takjub dengan Kemegahan Forbidden City di Beijing
Jakarta - Peninggalan kekaisaran China seperti istana yang biasa kita lihat di film Mandarin ternyata memang nyata dan masih bisa kita jumpai sampai sekarang. Kalau tidak percaya, datang saja ke Forbidden City di Beijing, China.Musim semi di bulan Mei memberikan nuansa tersendiri, bunga-bunga cantik bermekaran di segenap taman kota, di penjuru Beijing. Cuaca yang bersahabat di pagi hari dengan suhu 21 derajat Celcius membuat kami bersemangat. Cukup berbekal kartu magnetic Beijing Transportation Card, kami dengan mudah menjangkau Lapangan Tiananmen melalui jalur kereta api bawah tanah.Pagi itu, kami bergabung dengan ratusan wisatawan asing maupun lokal dipintu masuk Kota Terlarang atau Forbidden City. Hanya dengan membayar 160 Yuan atau setara Rp 300.000, para wisatawan bisa memasuki area seluas 72 hektar di dalam kota terlarang tersebut. Untuk itu, diperlukan tenaga ekstra dan tentu saja harus dibekali makan pagi yang cukup dengan bekal air mineral didalam tas.Kota terlarang ini dibangun pada masa dinasti Ming pada tahun 1460-1644, pada masa itu bangunan ini memang menyerupai kota di dalam kota. Yang mana, hanya para kerabat kerajaan dan bala tentara yang boleh memasuki lokasi istana para kekaisaran Tiongkok. Rakyat biasa dilarang memasuki tanpa seizin kerabat kekaisaran, oleh karena itu disebut sebagai kota terlarang bagi penduduk biasa.Konon ada 9,999 ruangan didalam kota terlarang dan ada beberapa kuil di dalamnya. Yang terbesar dan paling suci yaitu Kuil Harmony atau The Hall of Supreme Harmony dengan ketinggian 30 meter. Di kuil ini beragam upacara kerajaan dilakukan, mulai dari perayaan datangnya musim semi, hingga penobatan para kaisar, acara pernikahan dan penerimaan tamu-tamu kehormatan.Kemudian ada Hall of Heavenly Peace, yaitu sebuah kuil untuk tempat para kaisar beristirahat ketika ada ritual kebesaran di kuil harmoni. Pengunjung dilarang memasuki ruangan kuil, hanya diperbolehkan melihat dari luar yang dibatasi dengan tali pembatas. Karena dikhawatirkan dirusak oleh para pengunjung yang berjumlah jutaan orang wisatawan setiap tahunnya.Batu-batu marmer kualitas prima menghiasi seluruh ruangan di bangunan Forbidden City, bahkan ada beberapa tangga marmer berbentuk naga dilarang diinjak karena faktor sejarahnya yang tinggi. Jadi tangga marmer tersebut dilindungi dengan kaca karena takut rusak oleh para pengunjung.Lelah mengunjungi halaman tengah Forbidden City, pengujung bisa beristirahat di halaman belakang kuil. Pemerintah Tiongkok menyediakan puluhan kursi kayu yang nyaman dan tentu saja dilarang merokok di area ini. Toilet bersih pun mudah didapatkan dan gratis. Air dingin musim semi menyegarkan muka kami.Setelah rehat sejenak, kami melanjutkan ke arah halaman belakang. Ada beberapa kamar-kamar para permaisuri dan para selir yang kini dijadikan museum kecil untuk menyimpan beragam senjata kekaisaran Ming dan Qing.Pada bagian paling belakang Forbidden City terdapat Taman Kekaisaran. Dahulu kala, taman ini untuk tempat istirahat para keluarga kekaisaran. Ratusan bonsai kini menjadi ratusan pohon yang begitu indah menjulang tinggi. Entah berapa tahun sudah umurnya, dilihat dari guratan kayu sudah menandakan betapa tuanya pepohonan tersebut. Bahkan banyak pohon yang harus diberi besi penahan agar tidak tumbang.Kelakuan wisatawan lokal membuat cukup kesal wisawatan asing yang datang ke kota terlarang ini. Mereka suka membuang ludah sembarang tempat, membuang sampah, tidak mau antre, berbicara keras-keras hingga (maaf) berperilaku jorok di toilet umum. Padahal pemerintah Tiongkok sudah mengajarkan prilaku santun kepada wisawatan lokalnya. Tetapi sepertinya sudah menjadi kebiasaan sehari-hari yang sulit untuk diubah.Jadi harap maklum ketika berkunjung ke Forbidden City untuk bisa memahami kelakuan wisatawan lokal Tiongkok. Untuk makan siang, kami membeli burger ayam dan daging sapi senilai 10 Yuan di dalam taman tersebut. Hampir 2 jam kami mengelilingi kota terlarang dan saatnya kami keluar melalui pintu belakang istana.Bagian belakang kota terlarang ini dikelilingi oleh sungai buatan yang yang cukup lebar dengan tanaman pelindung yang cantik. Beberapa pasangan tampak sedang melakukan pengambilan foto prewedding. Akhirnya kami selesai memasuki area Kota Terlarang. Alhamdullilah, Anda juga harus mencobanya!
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads